UMP Kembangkan Limbah Serabut Kelapa Jadi Produk Bernilai Ekonomi

  • 02 Sep 2026 20:23 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Brebes - Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) mengembangkan pemanfaatan serabut kelapa menjadi produk kreatif bernilai ekonomi. Upaya tersebut menyasar kelompok ibu-ibu penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Pakuaji, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, melalui program “Cofiesa” atau Coconut Fiber for Environmental Sustainability & Art.

Program tersebut mendapat dukungan hibah Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) tahun 2026.

Kegiatan perdana Cofiesa digelar Sabtu (1/8/2026), dengan agenda sosialisasi, edukasi pemanfaatan serabut kelapa, serta penyerahan sarana produksi kepada kelompok sasaran.

Ketua Tim PkM UMP, Dr. Anggun Badu Kusuma, M.Pd., mengatakan program tersebut tidak hanya ditujukan untuk memberikan keterampilan kepada masyarakat. Cofiesa juga diarahkan untuk membuka sumber pendapatan alternatif agar kelompok sasaran dapat meningkatkan kemandirian. ekonomi.

“Kami berharap kehadiran program Cofiesa melalui dukungan PkM DPPM ini tidak hanya sekadar menjadi solusi sesaat. Target utama kami adalah membangun kemandirian ekonomi, khususnya bagi kelompok ibu-ibu penerima Program Keluarga Harapan (PKH),” kata Anggun.

Ia mengatakan, peserta nantinya didorong mengembangkan keterampilan yang diperoleh menjadi kegiatan ekonomi yang berkelanjutan. Dengan demikian, manfaat program diharapkan dapat dirasakan dalam jangka panjang dan membantu meningkatkan ekonomi keluarga.

“Kami ingin memfasilitasi mereka agar memiliki sumber pendapatan alternatif yang berkelanjutan, sehingga perlahan bisa mandiri dan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada bantuan sosial semata,” ucapnya.

Selain aspek ekonomi, Cofiesa juga mengangkat persoalan lingkungan dengan memanfaatkan serabut kelapa yang selama ini belum diolah secara optimal. Limbah tersebut diarahkan menjadi bahan untuk produk seni dan kerajinan yang memiliki nilai guna dan nilai jual.

“Pemberdayaan ini memanfaatkan limbah sabut kelapa lokal untuk disulap menjadi produk seni dan bernilai ekonomi tinggi. Langkah ini secara langsung menjawab tantangan global yang tertuang dalam Sustainable Development Goals (SDGs),” ujarnya.

Menurut Anggun, pemanfaatan potensi lokal tersebut diharapkan dapat mempertemukan pemberdayaan masyarakat, kreativitas, kepedulian lingkungan, dan penguatan ekonomi dalam satu kegiatan.

Kegiatan perdana ditandai dengan penyerahan sarana produksi kepada kelompok ibu-ibu PKH Desa Pakuaji. Sarana tersebut akan digunakan untuk mendukung praktik pengolahan serabut kelapa menjadi berbagai produk kreatif.

Program Cofiesa selanjutnya dilaksanakan melalui pendampingan dan penguatan kapasitas masyarakat. Peserta tidak hanya diarahkan untuk membuat produk, tetapi juga belajar mengembangkan produk, mengelola kegiatan, dan membuka peluang pemasaran.

Program tersebut dipimpin Dr. Anggun Badu Kusuma, M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Matematika UMP. Tim PkM juga melibatkan Dr. Eko Muharudin, S.S., M.Pd. dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia serta Chumaedi Sugihandarji, M.Si. dari Program Studi Pendidikan Matematika.

Dua mahasiswa UMP turut terlibat, yakni Uswatun Khasanah dari Program Studi Pendidikan Matematika dan Arif Syah Putra dari Program Studi Teknik Kimia. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman sekaligus mendukung kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Melalui Cofiesa, UMP berupaya mengembangkan program pengabdian yang memanfaatkan potensi lokal sekaligus menjawab persoalan ekonomi dan lingkungan. Pengolahan serabut kelapa diharapkan dapat menjadi kegiatan produktif yang terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat sasaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....