Integrasi IT dan Broadcast: NDI Manfaatkan Jaringan Data untuk Distribusi Video

  • 31 Agt 2026 14:38 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto- Perkembangan teknologi berbasis Internet Protocol (IP) kini secara fundamental mengubah teknik distribusi video di dunia penyiaran. Jika sebelumnya koneksi antar perangkat sangat bergantung pada fisik kabel SDI atau HDMI, kehadiran teknologi Network Device Interface (NDI) menawarkan efisiensi baru. Protokol ini memungkinkan pengiriman video, audio, dan data produksi beralih sepenuhnya ke jaringan data standar yang umum digunakan untuk kebutuhan sistem informasi seperti ethernet ataupun fiber optic.

Pemanfaatan NDI tidak hanya relevan untuk kebutuhan transmisi jarak jauh. Di dalam skala satu gedung, distribusi gambar dan suara dari kamera studio ke ruang produksi kini cukup mengandalkan infrastruktur kabel Cat6. Dengan kapasitas jaringan 1 Gbps hingga 10 Gbps yang sudah tersedia (existing), maka teknisi siaran tidak perlu lagi menarik jalur kabel video khusus untuk setiap perangkat keras keras di lapangan hanya tinggal mengatur jaringan data agar dapat digunakan sebagai media NDI.

Secara teknis, NDI bekerja dengan merutekan aliran video secara langsung melalui jaringan IP. Perangkat seperti kamera, komputer, hingga video switcher berbasis perangkat lunak dapat saling bertukar sumber gambar selama berada dalam konektivitas yang memadai.

Untuk menjaga kelancaran siaran pada skala besar, maka seorang teknisi siaran wajib menerapkan segmentasi Virtual Local Area Network (VLAN) dan konfigurasi Quality of Service (QoS) agar lalu lintas trafik video masif tidak mengganggu layanan data lainnya. Karena konsumsi bandwidth pada teknologi NDI cukup tinggi yaitu Full NDI (High Bandwidth) untuk resolusi 1080p pada 60 frame per detik (fps) membutuhkan alokasi data sekitar 100 hingga 150 Mbps per aliran video. Sementara itu, untuk pengiriman resolusi 4K pada 60 fps, kebutuhan tersebut akan melonjak pada kisaran 250 hingga 300 Mbps. Walaupun saat ini sudah ada NDI HX (High Efficiency) yang lebih hemat bandwidth melalui metode kompresi HEVC.

Kendati menawarkan kepraktisan, infrastruktur LAN tidak serta-merta siap menahan beban NDI tanpa konfigurasi khusus. Parameter teknis seperti kapasitas bandwidth, latensi, jitter, pengaturan multicast, dan firewall harus diperhitungkan dengan presisi oleh engineer. Pada jaringan berkapasitas 1 Gbps, alokasi data harus diatur ketat agar jumlah dan resolusi aliran NDI tidak melampaui kemampuan maksimal jaringan.

Pergeseran operasional ini menegaskan semakin eratnya konvergensi antara disiplin Broadcast Engineering dan IT Networking. Investasi perangkat standar seperti kabel Cat6, switch hub, dan jaringan backbone fiber kini secara definitif telah mengambil alih peran perangkat penyiaran khusus, menjadikannya fondasi utama sistem penyiaran saat ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....