KKN 42 UIN Saizu Dorong Pemanfaatan Lahan dan Penghijauan Desa
- 25 Agt 2026 06:36 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purbalingga - KKN 42 UIN Saizu Purwokerto menyelesaikan program pemanfaatan lahan pekarangan dan penghijauan di Desa Dawuhan. Program tersebut diwujudkan melalui penanaman cabai serta pohon tabebuya dan jengkol.
Kegiatan berlangsung, dengan melibatkan Pemerintah Desa Dawuhan dan masyarakat. Mahasiswa menanam 54 bibit cabai di lahan kosong samping Balai Desa Dawuhan.Lahan tersebut sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal. Setelah masa KKN berakhir, perawatan tanaman cabai akan dilanjutkan oleh PKK Desa Dawuhan.
Koordinator Desa KKN 42 UIN Saizu, Aan Andi Prastiyo mengatakan, penanaman cabai diawali dengan pembersihan lahan. Mahasiswa kemudian menggemburkan tanah dan memberikan pupuk kandang serta kapur dolomit.
| Baca juga: Delapan Mahasiswa UIN Saizu KKN di Malaysia |
“Respons dari pemerintah desa dan masyarakat sangat antusias. Mereka sangat mendukung program penanaman bibit pohon ini karena sesuai dengan keinginan atau visi dari pemerintah desa untuk penghijauan desa dan pemanfaatan lahan kosong di balai desa,” jelas Aan.
Selain cabai, mahasiswa KKN 42 menanam 30 pohon untuk mendukung penghijauan desa. Tanaman tersebut terdiri dari 20 pohon tabebuya dan 10 pohon jengkol yang diperoleh melalui dukungan Dinas Lingkungan Hidup.
Penanaman pohon dilakukan di sejumlah lokasi Desa Dawuhan. Di antaranya sekitar Balai Desa, batas desa, Taman Minawisata, lingkungan TK Pertiwi, serta beberapa wilayah dusun.
Setiap lokasi memiliki pihak yang bertanggung jawab terhadap perawatan tanaman. Aparat desa, pengelola Taman Minawisata, pengurus TK, dan kepala dusun dilibatkan untuk memastikan keberlanjutan program.
Aan menjelaskan, pemilihan tanaman mempertimbangkan manfaat lingkungan dan ekonomi. Tabebuya dipilih untuk memperindah sekaligus menghijaukan desa, sedangkan jengkol diharapkan memberikan manfaat ekonomi ketika menghasilkan buah.
Sementara itu, tanaman cabai diharapkan dapat dimanfaatkan PKK Desa Dawuhan. Hasil tanaman dapat digunakan untuk kebutuhan maupun mendukung kegiatan pemanfaatan hasil pertanian.
Pelaksanaan program sempat menghadapi kendala kondisi tanah di sejumlah lokasi. Tanah yang digunakan masih mengandung batu dan sisa material bangunan sehingga mahasiswa perlu menyesuaikan proses penanaman.
KKN 42 UIN Saizu berharap program tersebut tidak berhenti setelah masa pengabdian mahasiswa berakhir. Keterlibatan pemerintah desa dan masyarakat diharapkan memastikan tanaman terus dirawat dan memberikan manfaat jangka panjang.
Melalui pemanfaatan lahan dan penghijauan, mahasiswa KKN 42 turut mendorong lingkungan Desa Dawuhan yang lebih produktif dan hijau. Program tersebut sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....