UMP Kembangkan Tabung Pembakaran Sampah Berbasis Digital di Purbalingga

  • 19 Agt 2026 19:20 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purbalingga: Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) mengembangkan teknologi tepat guna berupa tabung pembakaran sampah berbahan oli bekas yang terintegrasi dengan sistem digital. Inovasi tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat dalam pengelolaan sampah sekaligus meningkatkan kapasitas warga dalam mengoperasikan dan merawat teknologi.

Inovasi tersebut diterapkan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Rumah Creatif, Purbalingga Lor, Kabupaten Purbalingga, Rabu (19/8/2026).

Program bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat melalui Produk Rekayasa Keteknikan Berbasis Digital dalam Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan Menggunakan Tabung Pembakaran dari Oli Bekas” tersebut merupakan hibah BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM).

Ketua Tim Pengabdian UMP, Wildan Aji Saputra, mengatakan penerapan teknologi di tengah masyarakat harus disertai pemberdayaan agar dapat dimanfaatkan secara mandiri dan berkelanjutan.

“Teknologi yang diterapkan tidak cukup hanya berupa alat. Masyarakat perlu mendapatkan pelatihan, SOP pengoperasian dan perawatan, pendampingan, serta sistem pencatatan agar penggunaan teknologi dapat dipantau dan dievaluasi,” ujar Wildan.

Ia menjelaskan, tim UMP juga mengintegrasikan teknologi digital melalui QR Code. Kode tersebut dapat dipindai masyarakat untuk memperoleh panduan penggunaan tabung pembakaran, mulai dari persiapan alat, tahapan pengoperasian hingga prosedur setelah alat digunakan.

Selain itu, masyarakat mendapatkan pendampingan pencatatan dan monitoring penggunaan alat melalui Excel atau spreadsheet. Sistem tersebut digunakan untuk mendokumentasikan aktivitas penggunaan sehingga pemanfaatan teknologi dapat dipantau dan dievaluasi secara lebih terukur.

Menurut Wildan, digitalisasi tersebut menjadi bagian penting untuk menjaga keberlanjutan program setelah pendampingan dari perguruan tinggi berakhir.

Sementara itu, Ketua RT 03 RW 04 Purbalingga Lor, Kuswanto, menyambut positif inovasi yang diperkenalkan UMP. Menurutnya, fasilitas tersebut membantu masyarakat dalam pengelolaan sampah dan relatif mudah digunakan.

“Adanya tempat sampah ini sangat membantu sekali. Proses penggunaannya juga sangat mudah. Apalagi sudah dilengkapi dengan sistem digital, sehingga memudahkan siapa saja untuk menggunakannya,” ungkap Kuswanto.

Program pengabdian tersebut sekaligus menjadi upaya UMP mendekatkan hasil pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan kebutuhan masyarakat.

Tim UMP berharap model pemberdayaan melalui teknologi tepat guna dan digitalisasi tersebut dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. Program ini juga diarahkan untuk mendukung sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDG 11 tentang kota dan permukiman berkelanjutan, SDG 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta SDG 13 tentang penanganan perubahan iklim.

Tim pengabdian UMP terdiri atas Wildan Aji Saputra sebagai ketua, bersama Meydy Fauziridwan dan Eqwar Saputra sebagai anggota. Sementara Rumah Creatif sebagai mitra dipimpin Sandi Nur Sasongko.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....