Penggunaan AI Agent untuk Otomatisasi Audit Kepatuhan Internal dalam Pekerjaan
- 19 Agt 2026 08:44 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID Purwokerto – Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin memberikan peluang untuk membantu pekerjaan manusia, termasuk dalam proses audit kepatuhan internal. Webinar Microsoft Elevate dan BKN yang tetap bersama narasumber Teuku Yuza Mulia selaku pemateri webinar yang bertemakan “Al Agent untuk Otomatisasi Audit Kepatuhan Internal” di kanal Live Streaming YouTube @Pusbangsdmbkn, Selasa (18/8/2026).
Dalam pelatihan AI Agent untuk Otomatisasi Audit Kepatuhan Internal, peserta diperkenalkan pada pemanfaatan AI Agent untuk membantu pekerjaan pemeriksaan yang selama ini dilakukan secara manual. Penerapan AI diarahkan untuk membantu pekerjaan yang rutin dan terstruktur, terutama dalam pemeriksaan dokumen dan data. Kepatuhan penting karena setiap pekerjaan harus dilaksanakan berdasarkan aturan, regulasi, dan SOP yang berlaku.
Ia menegaskan, “kita semua perlu ikuti, kita semua perlu jalani karena ini terkait dengan keabsahan sesuatu yang kita kerjakan.” Selain itu, kepatuhan diperlukan untuk mencegah “hal-hal yang tidak sesuai sama regulasi dan SOP, penyimpangan, penyelewengan aturan.” ujarnya.
Dalam praktiknya, audit kepatuhan masih menghadapi banyak pekerjaan manual. Petugas harus memeriksa catatan dan bukti satu per satu, membandingkan berbagai dokumen, mencocokkan data dengan SOP atau checklist, serta mencatat bagian yang belum lengkap.
Narasumber menggambarkan kondisi tersebut sebagai “banyak sekali pekerjaan manual yang perlu dilakukan dalam melakukan audit proses kepatuhan internal.” Proses audit umumnya dilakukan dengan membandingkan dokumen pelaksanaan dengan SOP atau template yang menjadi acuan. Pola kerja yang terstruktur ini menjadi salah satu bagian yang dapat dibantu oleh AI.
Pemanfaatan AI dalam audit kepatuhan dapat dilakukan melalui Copilot Chat maupun Copilot Agent. AI dapat membantu pemeriksaan awal, seperti menemukan data yang belum lengkap, membandingkan dokumen, dan menunjukkan informasi yang perlu diklarifikasi. Namun, AI tidak menggantikan peran manusia.
Tetap perlu melakukan pemeriksaan secara detail tentang bukti-bukti tambahan, tentang kecukupan-kecukupan yang sudah ada maupun belum, dan menetapkan tindak lanjutnya. Salah satu contoh penerapannya adalah AI Agent untuk memeriksa log harian karyawan dengan menggunakan aturan, template, daftar penugasan, dan kumpulan log sebagai referensi. AI dapat menemukan log yang hilang, isian yang belum lengkap, atau tanggal yang tidak sesuai, tetapi hasil tersebut tetap perlu diverifikasi.
Pembuatan AI Agent dapat dilakukan dengan bantuan AI, menggunakan template yang tersedia, maupun menyusun instruksi sendiri. Pengguna dapat menentukan tujuan, sumber bahan, langkah pemeriksaan, kemampuan agent, serta format hasil yang diinginkan. Setelah dibuat, agent juga dapat dievaluasi dan diperbaiki sesuai kebutuhan. Hal ini menunjukkan perubahan cara pandang dalam menggunakan teknologi. AI tidak hanya digunakan untuk mencari jawaban, tetapi dapat dirancang menjadi solusi khusus bagi pekerjaan.
Maka dengan hal ini pengguna tidak hanya memanfaatkan fitur AI secara umum, tetapi “merancang solusi untuk benar-benar kebutuhan kita sehari-hari.” Pada akhrinya, AI Agent dapat mengurangi pekerjaan manual dan mempercepat pemeriksaan awal, sementara manusia tetap bertanggung jawab melakukan verifikasi, memberikan penilaian, dan menentukan tindak lanjut audit. (Fattah Zakaria)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....