Indosat dan UGM Resmikan Pusat Teknologi AI

  • 14 Agt 2026 07:32 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas– Pengembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di Indonesia memasuki babak baru. Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Kementerian Komunikasi dan Digital, Indosat Ooredoo Hutchison, dan NVIDIA resmi meluncurkan UGM Indosat NVIDIA AI Technology Center (NVAITC), Kamis (13/8/2026).

Pusat teknologi ini menjadi pusat teknologi AI berbasis universitas pertama di Indonesia yang secara khusus diarahkan untuk memperkuat riset, inovasi, dan pengembangan talenta digital. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan, kehadiran UGM Indosat NVAITC merupakan bagian dari Indonesia AI Center of Excellence yang dirancang untuk memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem AI global.

“Indonesia tidak hanya mengadopsi AI, tetapi juga mampu mengembangkan dan menyumbangkan inovasi AI ke dunia,” kata Meutya.

Menurutnya, penguatan riset, talenta, dan inovasi teknologi menjadi fondasi penting untuk mewujudkan kedaulatan AI Indonesia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan daya saing nasional. UGM Indosat NVAITC akan didukung platform AI full-stack NVIDIA dan GPU Merdeka, sebuah platform sovereign GPU-as-a-Service milik Indosat.

Fasilitas tersebut memungkinkan mahasiswa dan peneliti UGM mengakses teknologi komputasi AI kelas enterprise, perangkat lunak AI, pretrained models, development frameworks, pelatihan, hingga pendampingan teknis.

Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha menegaskan, pengembangan AI harus memberikan kesempatan yang luas bagi masyarakat Indonesia.“Tidak boleh ada satu pun masyarakat Indonesia yang tertinggal di era AI,” ujarnya dalam keterangan pers yang diterima oleh RRI Purwokerto.

Selain memperkuat ekosistem riset di UGM, pusat teknologi tersebut juga membuka peluang kolaborasi antara peneliti, mahasiswa, startup, dan inovator dengan jaringan ahli AI global.Pada tahap awal, riset akan diarahkan pada sejumlah persoalan strategis Indonesia, termasuk kesehatan, pertanian, dan mitigasi bencana.

Salah satu proyek yang dikembangkan adalah eNose-TB, teknologi screening berbasis AI untuk membantu penanggulangan tuberkulosis. Ada pula SmartAgri yang memadukan multimodal AI, edge computing, dan pertanian presisi untuk meningkatkan produktivitas sekaligus ketahanan pertanian di wilayah beriklim tropis.

Sementara Tech4Disaster dikembangkan sebagai platform AI geospasial untuk memperkuat kemampuan prediksi, mitigasi, hingga penanganan bencana.

Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia mengatakan, kehadiran pusat teknologi tersebut memperluas akses mahasiswa dan peneliti terhadap infrastruktur AI canggih sekaligus memperkuat kolaborasi lintas disiplin.

“UGM berkomitmen penuh mendukung ambisi AI Indonesia melalui pendidikan, riset, dan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat,” katanya.

Peluncuran UGM Indosat NVAITC menjadi tonggak baru kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, industri teknologi, dan perusahaan telekomunikasi dalam membangun ekosistem AI nasional.

Kolaborasi ini sebelumnya telah dimulai sejak inisiasi tata kelola organisasi pada Juli 2025, dilanjutkan penandatanganan Letter of Intent pada awal 2026, hingga akhirnya resmi diluncurkan pada 13 Agustus 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....