Mahasiswa KKN UIN Saizu Gelar Sosialisasi Anti-Bullying di SD 3 Sumpiuh
- 29 Jul 2026 13:24 WIB
- Purwokerto
RRI CO.ID, Banyumas – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto menggelar sosialisasi anti-bullying di SD Negeri 3 Sumpiuh, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Rabu (29/7/2026). Kegiatan tersebut bertujuan memberikan edukasi kepada siswa mengenai pentingnya mencegah perundungan sejak usia sekolah dasar sebagai upaya membentuk karakter positif.
Koordinator Desa (Kordes) KKN UIN Saizu Desa Sumpiuh, Ghozy Abdurrahman, mengatakan kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya praktik perundungan di lingkungan sekolah. Selain itu, program ini juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam menekan angka anak tidak sekolah yang salah satu penyebabnya dipicu oleh kasus bullying.
“Kegiatan ini berangkat dari keresahan kami melihat kondisi siswa di SD Negeri 3 Sumpiuh yang masih sering terjadi praktik bullying. Selain itu, kegiatan ini juga linier dengan program Bupati dalam penanganan anak tidak sekolah, karena salah satu faktor penyebabnya adalah praktik bullying yang membuat anak enggan melanjutkan pendidikan,” ujar Ghozy.
Ia menjelaskan, tujuan utama kegiatan tersebut adalah membekali para siswa dengan pemahaman mengenai pentingnya mencegah bullying sejak dini. Menurutnya, sekolah dasar merupakan tahap penting dalam pembentukan karakter anak.
“SD merupakan tahapan di mana karakter anak mulai dibentuk. Karena itu kami ingin memberikan pemahaman agar mereka tidak melakukan praktik bullying terhadap teman-temannya,” jelasnya.
Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa KKN menyampaikan materi mengenai pengertian bullying, jenis-jenis bullying, dampak yang ditimbulkan, hingga langkah-langkah pencegahan agar tercipta lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa.
Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Kepala SD Negeri 3 Sumpiuh, dewan guru, siswa kelas 1 hingga kelas 6, mahasiswa KKN UIN Saizu sebagai pelaksana, serta Bhabinkamtibmas Polsek Sumpiuh yang turut memberikan materi kepada peserta.
Menurut Ghozy, edukasi mengenai bullying sangat penting diberikan sejak usia sekolah dasar agar anak memiliki karakter yang baik dan menjunjung nilai-nilai akhlakul karimah.
“Sangat penting memberikan pemahaman tentang anti-bullying sejak SD, agar siswa terbiasa menghargai teman, tidak menghina, mengejek, memukul, ataupun melakukan tindakan negatif lainnya,” katanya.
Ia berharap seluruh siswa mampu menerapkan materi yang telah disampaikan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah sehingga kasus perundungan dapat diminimalkan.
“Kami berharap siswa kelas 1 sampai kelas 6 mampu memahami pentingnya anti-bullying dan merealisasikan materi yang telah diberikan. Harapannya, praktik bullying di sekolah dapat diminimalkan sehingga lingkungan belajar menjadi lebih nyaman dan mendukung masa depan mereka,” pungkas Ghozy. (sarah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....