Mahasiswa Telkom University Purwokerto Kembangkan ETICO Ethylene Absorber

  • 01 Jul 2026 10:40 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Inovasi ETICO dikembangkan oleh tim mahasiswa lintas disiplin dari Telkom University Purwokerto yang memiliki kompetensi di bidang bisnis, teknologi, dan pengembangan produk.

Kolaborasi tersebut menjadi salah satu kekuatan utama dalam merancang solusi pascapanen yang tidak hanya inovatif, tetapi juga memiliki potensi implementasi yang nyata di masyarakat. Tim ETICO dipimpin oleh Gilang Risqi Maulana, mahasiswa Program Studi S1 Bisnis Digital angkatan 2024, yang berperan sebagai Chief Executive Officer (CEO).

“Dalam pengembangan program, saya yang bertanggung jawab mengoordinasikan tim, menyusun strategi pengembangan usaha, serta memastikan seluruh tahapan program berjalan sesuai target yang telah ditetapkan,” ungkap Gilang dalam keterangan yang diterima oleh RRI Purwokerto, Selasa (30/06)

Pada aspek pengelolaan keuangan, tim didukung oleh Ika Wida Nuragustin dari Program Studi S1 Sains Data angkatan 2023 yang menjabat sebagai Chief Financial Officer (CFO). Sementara itu, strategi pemasaran dan publikasi program ditangani oleh Afifah Faiqatuzzahra dari Program Studi S1 Sains Data angkatan 2023 sebagai Chief Marketing Officer (CMO).

Pengembangan produk ETICO didukung oleh Cindy Mariam Sumitra dari Program Studi S1 Teknik Biomedis angkatan 2024 yang bertugas sebagai Chief Product Officer (CPO). Adapun aspek teknis dan pengembangan teknologi produk dikelola oleh Judika Syahputra Sihombing dari Program Studi S1 Teknologi Pangan angkatan 2025 sebagai Chief Technology Officer (CTO).

Dalam pelaksanaannya, tim ETICO memperoleh pendampingan dari Ajeng Dyah Kurniawati, S.TP., M.Sc. selaku dosen pendamping. “Dalam pendampingan, saya memberikan arahan kepada Tim dalam penyusunan program, penyempurnaan konsep inovasi, hingga strategi pengembangan produk agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” kata Ajeng Dyah.

“Dengan kolaborasi lintas bidang keilmuan tersebut, kami berharap ETICO dapat berkembang menjadi solusi pascapanen yang efektif dalam membantu mengendalikan pematangan pisang, mengurangi food loss, serta meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian di Indonesia,” lanjut Gilang.

Lebih dari sekadar inovasi produk, ETICO diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui peningkatan efisiensi rantai pasok hasil pertanian dan pengurangan kerugian pascapanen.

Dengan masa simpan buah yang lebih panjang, hasil panen memiliki peluang lebih besar untuk dimanfaatkan dan dipasarkan secara optimal, sehingga mampu meningkatkan ketersediaan pangan dan kesejahteraan pelaku sektor pertanian.

ETICO juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu bertujuan Zero Hunger (Tanpa Kelaparan) karena mendukung upaya peningkatan ketersediaan pangan melalui pengurangan kehilangan hasil pertanian pascapanen.

Selain itu, inovasi ini mendukung SDGs, salah satu tujuannya adalah Responsible Consumption and Production (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pemanfaatan limbah tempurung kelapa sebagai bahan baku bernilai tambah serta pengurangan limbah pangan yang timbul akibat kerusakan buah selama proses distribusi dan penyimpanan.

Dengan menggabungkan aspek inovasi, keberlanjutan, dan pemberdayaan sumber daya lokal, ETICO diharapkan dapat menjadi solusi yang memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan sekaligus berkontribusi terhadap terwujudnya sistem pertanian dan pangan yang lebih berkelanjutan di Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....