Baterai Sodium-Ion, Alternatif Pengganti Baterai Lithium-Ion

  • 26 Jun 2026 09:16 WIB
  •  Purwokerto

RRI.co.id, Banyumas - Seiring bertumbuhnya teknologi, kebutuhan akan media penyimpanan energi listrik (baterai) semakin bertambah pula. Baterai terus berevolusi dari semula berbahan timbal hingga saat ini yang paling popular berbahan dasar lithium-ion.

Dikutip dari artikel “Comparative Review of Lithium-Ion and Sodium-Ion Batteries for Future Energy Storage Applications”, baterai lithium-ion memiliki densitas energi yang cukup tinggi, sehingga sangat popular di pasaran. Namun, keterbatasan bahan baku lithium, tingginya biaya produksi, dan isu lingkungan memicu para pengembang untuk mencari alternatif baru.

Baterai berbahan sodium-ion dapat menjadi salah satu alternatif untuk menggantikan baterai berbahan lithium-ion. Hal ini disebabkan karena material sodium (natrium) tersedia sangat melimpah di kerak bumi dan dapat diekstrak dengan mudah dari garam laut.

Keberlimpahan bahan baku ini tentunya menjadi keuntungan karena dapat memangkas biaya produksi dan ketergantungan pada rantai pasok global. Selain itu, baterai sodium-ion juga memiliki risiko kegagalan thermal yang lebih rendah, sehingga tidak mudah terbakar atau meledak jika terjadi korsleting atau benturan fisik secara keras.

Namun, baterai sodium-ion ini juga memiliki kelemahan, salah satunya adalah densitas energinya yang lebih rendah jika dibandingkan dengan baterai lithium-ion. Ion sodium memiliki ukuran atom yang lebih besar dan bobot yang lebih berat daripada ion lithium.

Akibatnya baterai sodium-ion memerlukan ruang penyimpanan (volume) yang lebih besar dibandingkan dengan baterai lithium-ion untuk menghasilkan daya dengan jumlah yang sama. Hal ini membuat baterai sodium-ion kurang cocok untuk digunakan pada perangkat gadget ultra tipis atau mobil listrik performa tinggi dengan target jarak tempuh sangat jauh (long-range EV).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....