Dinsos P3A Banyumas Gunakan Biometrik Wajah untuk Validasi Bansos

  • 24 Jun 2026 09:20 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Banyumas siap menerapkan sistem Perlindungan Sosial (Perlinsos) digital berbasis pemindaian biometrik wajah. Hal ini terungkap dalam dialog Purwokerto Menyapa di RRI Pro1 FM Purwokerto pada Jumat, 12 Juni 2026.

Hadir sebagai narasumber adalah Naufal Alim Rafi selaku operator layanan operasional Dinsos P3A, dan Dr. Tobirin, M.Si. selaku pengamat kebijakan publik dari Unsoed Purwokerto. Dialog ini dipandu oleh duet penyiar Citra dan Putri dan berlangsung selama 1 jam dari pukul 08.00 - 09.00 WIB.

"Program ini merupakan langkah inovatif yang menjadi bagian dari proyek percontohan (piloting project) nasional di 42 kabupaten/kota," papar Naufal. Naufal menambahkan, program ini ditargetkan untuk mendongkrak akurasi, transparansi, serta memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) benar-benar tepat sasaran.

Naufal menjelaskan bahwa masyarakat penerima manfaat nantinya akan diverifikasi menggunakan biometrik wajah. Sistem ini secara otomatis menyandingkan data NIK warga dengan data kementerian lembaga lain, seperti BKN untuk mendeteksi status ASN/P3K, riwayat transaksi mencurigakan via PPATK, hingga data kepemilikan aset riil seperti kendaraan dan tanah.

Untuk mengantisipasi kendala literasi teknologi pada kelompok rentan dan lansia, Dinsos P3A Banyumas menyediakan dua opsi pendaftaran. Selain pendaftaran mandiri menggunakan Identitas Kependudukan Digital (IKD), pemerintah menerjunkan agen pelaksana dari ASN PMKP, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil), Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo), serta pendamping desa untuk menjemput bola melakukan registrasi kolektif di balai desa.

"Kelebihan utama Perlinsos digital terletak pada kecepatan verifikasi dan mitigasi konflik sosial akibat kecemburuan antar penerima," kata Dr. Tobirin ketika dimintai pendapat. Ia mengingatkan pentingnya aspek penegakan SOP jaminan keamanan data pribadi agar tidak terjadi kebocoran, di samping perlunya peningkatan digital culture melalui edukasi etika digital secara masif kepada masyarakat luas.

Dinsos P3A Banyumas menegaskan bahwa proses pemutakhiran data sosial ekonomi dilakukan setiap bulan oleh operator desa melalui sistem SIKS-NG. Masyarakat juga diberikan ruang partisipasi untuk memantau, mendaftarkan usulan, maupun melakukan sanggahan terhadap tetangga yang dianggap mampu (salah sasaran) melalui aplikasi resmi Cek Bansos milik Kemensos atau kanal Lapak Aduan Banyumas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....