Kuliah Hanya Scam? Mengupas Masa Depan Pendidikan Tinggi
- 28 Jan 2026 14:11 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto: Fenomena skeptisisme terhadap relevansi pendidikan tinggi kini menjadi diskursus hangat di tengah masyarakat. Menanggapi narasi yang menyebut bahwa "kuliah itu hanya scam" atau penipuan, dialog bertajuk “Kuliah Itu Hanya Scam? What About the Future of His Education?” di Pro 2 FM memberikan perspektif yang lebih jernih bagi mahasiswa dan orang tua.
Narasumber menyoroti bahwa munculnya stigma "scam" sering kali dipicu oleh ketidaksesuaian antara biaya investasi pendidikan yang tinggi dengan peluang kerja atau pendapatan yang diperoleh pasca-kelulusan. Namun, ditegaskan bahwa memandang kuliah semata-mata sebagai jalur transaksi ekonomi adalah kekeliruan dalam memahami esensi pendidikan.
Dialog juga menekankan bahwa pendidikan tinggi bukan hanya soal mengejar ijazah untuk bekerja. Kuliah merupakan fase krusial bagi seorang individu untuk membentuk pola pikir kritis (critical thinking), kemandirian, serta membangun jejaring sosial yang luas.
Menghadapi masa depan yang kian dinamis, dialog ini juga menggarisbawahi pentingnya adaptasi institusi pendidikan. Agar tidak dianggap sebagai "scam", perguruan tinggi didorong untuk terus menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan industri tanpa meninggalkan nilai-nilai akademis dasar.
Mahasiswa pun dituntut untuk tidak hanya menjadi "penonton" di kelas, tetapi aktif mengasah keterampilan lunak (soft skills) yang tidak bisa digantikan oleh kecerdasan buatan (AI). Kita juga diingatkan bahwa masa depan pendidikan sangat bergantung pada bagaimana individu memanfaatkannya.
Kuliah hanya akan menjadi "scam" jika dijalani tanpa tujuan dan strategi. Sebaliknya, pendidikan akan menjadi fondasi kokoh jika disertai dengan eksplorasi diri dan semangat pembelajar sepanjang hayat.
Masyarakat diharapkan dapat lebih bijak dalam menyikapi berbagai narasi negatif mengenai pendidikan. Sikap tersebut penting agar upaya peningkatan kualitas intelektual tetap menjadi prioritas demi masa depan bangsa yang lebih baik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....