Tiga Pilar Strategis Majukan Panti-Asuhan Muhammadiyah di-Era Modern

  • 29 Des 2025 08:29 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Banyumas: Pengelola Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) atau Panti Asuhan di era sekarang tidak lagi cukup hanya dengan modal niat baik. Dibutuhkan manajemen profesional dan kemandirian ekonomi agar pelayanan terhadap anak asuh tetap optimal.

Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Ketua MPKS PP Muhammadiyah, Faozan Amar, dalam acara Ngobrol Bareng yang digelar MPKS PDM Banyumas di Wisma Patria Muda, Purwokerto, Ahad (28/12/2025). Di hadapan para pengurus LKSA dan MPKS se-Banyumas, Faozan membedah tiga kunci sukses utama:

1. Legalitas: Tak Cukup Hanya Nama Besar

Muhammadiyah memang dikenal sebagai salah satu organisasi terkaya di dunia dengan pengakuan internasional. Namun, Faozan mengingatkan agar pengelola panti tidak terlena.

"Legalitas teknis seperti perizinan di tingkat lokal wajib dimiliki. Jangan sampai ada kendala administratif dengan pemerintah daerah di kemudian hari," tegas Assoc. Professor FEB UHAMKA tersebut.

2. Fasilitas yang Menumbuhkan Kepercayaan

Sarana dan prasarana bukan sekadar bangunan, melainkan representasi kualitas. Menurut Faozan, fasilitas yang memadai akan melahirkan kepercayaan (trust) dari umat. Jika fasilitasnya layak, masyarakat tidak akan ragu menitipkan donasi maupun dukungan bagi operasional panti.

3. SDM Bersertifikat Profesional

Zaman menuntut keahlian spesifik. MPKS PP Muhammadiyah saat ini tengah menggandeng Kementerian Sosial untuk mendorong sertifikasi profesi bagi pekerja sosial di lingkungan Muhammadiyah. SDM yang kompeten adalah tulang punggung pelayanan panti yang berkualitas.

Mendobrak Ketergantungan: Panti Harus Jadi "Entrepreneur"

Sesi diskusi menghangat saat Wanto Tirta dari PCM Ajibarang melontarkan pertanyaan krusial mengenai kemandirian ekonomi. Menanggapi hal itu, Faozan yang juga mantan Ketua PC IMM Banyumas ini menekankan pentingnya unit usaha.

"Panti harus punya sumber pendapatan lain di luar donatur. Usaha ekonomi adalah harga mati untuk mewujudkan kemandirian," jelasnya.

Wisma Patria Muda tempat acara berlangsung menjadi contoh nyata. Sang pemandu dialog, Sismanan Tauhid, menjelaskan bahwa nama "Patria Muda" (Panti Asuhan Putri Putra Muhammadiyah Daerah) kini telah bertransformasi menjadi pusat ekonomi kreatif.

Beberapa unit usaha yang dikelola antara lain:

Akomodasi: Homestay dan kost.

Kuliner: Kopi Angkasa.

Jasa: Taksi barang dan Laundry-Mu.

Ketahanan Pangan: Budidaya Ikan Dalam Ember (Budidamber).

Langkah ini diambil agar panti memiliki napas panjang dalam membiayai operasionalnya tanpa harus selalu bergantung pada uluran tangan donatur. Melalui sinergi legalitas, fasilitas, dan SDM yang mandiri, LKSA Muhammadiyah 'Aisyiyah optimistis dapat terus mencetak generasi emas yang berdaya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....