Energi Terbarukan Ramah Desa Karya Mahasiswa Unsoed

  • 22 Nov 2025 06:59 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Banyumas : Seorang mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Rafi Ashza Sejati, memilih jalur berbeda. Tenant binaan Pusat Inkubator Bisnis LPPM Unsoed itu membangun teknologi energi bersih berbasis pemberdayaan masyarakat lewat startup bernama HIEREN.

Lewat HIEREN, Rafi menegaskan bahwa energi terbarukan bukan hanya soal panel surya atau turbin angin. Baginya, inovasi energi harus menyentuh sisi manusia: bagaimana masyarakat mengelola, memahami manfaat, dan tumbuh bersama teknologi tersebut.

Langkahnya itu membuahkan hasil. HIEREN berhasil menembus Top 3 Pertamuda Seed and Scale 2025, kompetisi nasional gagasan bisnis mahasiswa yang digelar PT Pertamina (Persero). Rafi bersaing di kategori Energy Founder subkategori Energy Future.

HIEREN dikembangkan sebagai social enterprise Energi Baru Terbarukan (EBT) berbasis koperasi. Menggunakan teknologi Modular EBT Plug-and-Play Hybrid Omnisource, sistem ini memungkinkan energi bersih dikelola secara mandiri oleh koperasi petani dan nelayan, terutama di kawasan pesisir dan desa terpencil.

Sebagai anak desa yang lahir dan besar di Cilacap, Rafi memahami betul kesulitan masyarakat pedesaan dalam mengakses energi. Itu pula yang mendorongnya menciptakan model energi bersih yang dapat dimiliki, dioperasikan, dan dimanfaatkan langsung oleh warga.

“Visi kami sederhana, menghadirkan energi yang tidak hanya bersih dan tangguh terhadap cuaca ekstrem, tapi juga memberikan kemandirian bagi masyarakat desa,” ujar Rafi dalam keterangan pers Sabtu ( 22/11/2025).

Sejak setahun lalu, ia dan tim rutin turun ke lapangan menggelar sosialisasi, edukasi, hingga transfer pengetahuan. Bahkan produksi komponennya kini melibatkan para pemuda lokal di Cilacap.

Desain sistem HIEREN dirancang plug-and-play, tinggal colok tanpa perlu teknisi khusus atau perakitan yang rumit. Bagi masyarakat pesisir dan desa terpencil, kemudahan ini menjadi faktor krusial. Modularitas sistemnya juga memungkinkan penyesuaian kapasitas energi sesuai kebutuhan dan kemampuan dana.

Tak hanya itu, skema pembayaran iuran energi disesuaikan dengan siklus panen, sesuatu yang jarang ditemui dalam bisnis energi. Model ini menjadikan HIEREN bukan sekadar inovasi teknologi, tetapi jembatan ekonomi yang membantu petani dan nelayan meningkatkan produktivitas, ketahanan pangan, hingga kesejahteraan keluarga.

“HIEREN kami bangun sebagai gerakan transisi energi yang adil dan inklusif. Ini bukan proyek singkat, ini perjalanan panjang bersama masyarakat,” lanjutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....