Mahasiswa UNUGHA Bawa Inovasi Pertanian ke Kracak Ajibarang
- 12 Nov 2025 13:42 WIB
- Purwokerto
KBRN, Cilacap : Semangat kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat terwujud nyata melalui program Mahasiswa Berdampak yang digagas oleh Universitas Nahdlatul Ulama Al-Ghazali (UNUGHA) Cilacap, yang berlokasi di Desa Kracak, Kecamatan Ajibarang.
Tim yang terdiri dari mahasiswa terdiri dari Ketua dan pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Tim dosen yang terdiri dari Verry, Kavadya Sysca dan Muhammad Ridwan. Bersinergi dengan kelompok Tani Sri Utami dan ibu – ibu PKK setempat untuk menggelar pelatihan pertanian inovatif.
| Baca juga: UHB Purwokerto Luncurkan Prodi Berbasis AI |
Kegiatan ini berfokus pada peningkatan produktivitas pertanian lokal melalui dua aspek utama, yakni keahlian bertanam dan penerapan tekhnologi tepat guna. Mengingat cabai adalah komoditas strategis dengan fluktuasi harga tinggi, pelatihan penanaman cabai menjadi salah satu kegiatan yang diminati.
Tim mahasiswa berdampak memberikan materi mulai dari pemilihan bibit unggul, tekhnik perawatan anti – hama ramah lingkungan hingga metode panen yang efektif, pelatihan ini berlangsung disalah satu kebun milik warga desa sumbang, banyumas.
Selain cabai, tim mahasiwa berdampak juga memberikan pendampingan mengenai penanaman komoditas lain yang berpotensi menjadi sumber pendapatan bagi warga, yaitu kelengkeng dan jagung, pendampingan ini diharapkan mampu mendiversifikasi hasil panen sehingga tidak hanya bergantung pada satu jenis tanaman.
Dalam menghadapi tantangan utama didunia pertanian, Tim pengabdian memperkenalkan dan melatih warga khususnya kelompok Tani Sri Utami, tentang pemanfaatan tekhnologi pertanian pompa air. Dengan tekhnologi pompa air yang efesien, petani dapat menghemat waktu dan tenaga serta memastikan tanaman tanaman mendapatkan pasokan air yang optimal.
Selain kelompok Tani Sri Utami, Ibu PKK Desa Kracak juga turut mengambil peran penting, terutama dalam pelatihan budidaya cabai skala rumahan dan pemanfaatan hasil panen. Dengan sinergi ini tujuannya agar ilmu pertanian tidak hanya dikuasi oleh petani, tapi juga ibu rumah tangga yang dapat memanfaatkan lahan pekarangan untuk ketahanan pangan keluarga.
Dengan adanya program Mahasiwa Berdampak ini diharapkan menjadi langkah awal kemandirian ekonomi masyarakat Desa Kracal. Kolaborasi antara akademisi dan warga membuktikan bahwa pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam pembangunan desa yang berkelanjutan. (Maryam)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....