Touring Keliling Banjarnegara, Dispermades Sosialisasikan Program KB

  • 30 Sep 2026 11:10 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banjarnegara – Ada yang berbeda dalam peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia 2026 di Banjarnegara. Dispermades PPKB Banjarnegara bersama para penyuluh KB dan anggota Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPKB) menggelar touring menggunakan sekitar 100 sepeda motor.

Touring dimulai dari Pendopo Kabupaten Banjarnegara. Rombongan kemudian bergerak menuju sejumlah lokasi untuk menyampaikan edukasi tentang program keluarga berencana sekaligus memberikan pelayanan dan bantuan kepada masyarakat.

Kepala Dispermades PPKB Banjarnegara Esti Widodo mengatakan, konsep touring dipilih sebagai simbol bahwa program KB di Banjarnegara harus terus bergerak dan menjangkau masyarakat.

"Kita menggambarkan bahwa kita terus bergerak untuk menyukseskan program KB yang ada di Kabupaten Banjarnegara," kata Esti, Selasa (29/9/2026).

Di Banjarmangu, rombongan memberikan edukasi mengenai perencanaan keluarga sekaligus bantuan kepada warga yang berisiko stunting.

Perjalanan kemudian berlanjut ke Puskesmas Mandiraja. Di lokasi tersebut, masyarakat mendapatkan edukasi mengenai kontrasepsi sekaligus pelayanan pemasangan alat kontrasepsi.

“Rangkaian kegiatan juga menyasar anak-anak melalui pemberian alat permainan edukatif di taman kanak-kanak.” sambungnya.

Menurut Esti, edukasi KB saat ini tidak hanya berkaitan dengan pembatasan jumlah anak. Masyarakat, khususnya pasangan usia subur, juga perlu mendapatkan informasi agar dapat memilih metode kontrasepsi yang sesuai serta mengatur jarak kehamilan.

"Tujuannya dalam jangka panjang adalah bagaimana pasangan keluarga ini menjadi keluarga yang baik, yang sejahtera. Anaknya juga sehat, tidak stunting," ujarnya.

Ia menambahkan, perencanaan kehamilan juga menjadi bagian dari upaya menekan risiko kematian ibu dan kematian anak.

Esti menyebut kesadaran masyarakat Banjarnegara untuk menggunakan kontrasepsi saat ini sudah cukup baik. Ke depan, pihaknya akan terus mendorong masyarakat untuk mempertimbangkan metode kontrasepsi jangka panjang.

"Bukan berarti yang jangka pendek ini kurang bagus, tetapi kita mengandalkan untuk memakai alat kontrasepsi jangka panjang karena bisa lebih efektif dan efisien," jelasnya.

Peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia, lanjut Esti, diharapkan menjadi momentum untuk memperluas pelayanan dan edukasi KB di Banjarnegara.

“Kami mengajak masyarakat memandang program KB sebagai bagian dari upaya menyiapkan keluarga dan generasi yang sehat,” pungkasnya.*** (kominfo)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....