Radar Cuaca BMKG Beroperasi di Cilacap, Perkuat Peringatan Dini Cuaca Ekstrem

  • 09 Jul 2026 14:34 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Cilacap: Masyarakat pesisir selatan Jawa, khususnya nelayan dan pelaku transportasi laut, kini mendapat dukungan sistem pemantauan cuaca yang lebih akurat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengoperasikan radar cuaca S-Band di Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, Rabu (8/7/2026), untuk memperkuat peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia.

Radar berjangkauan hingga 400 kilometer itu mampu memantau pertumbuhan awan penyebab hujan lebat, angin kencang, hingga gelombang tinggi secara real time. Data yang dihasilkan diharapkan mempercepat penyampaian informasi cuaca sekaligus meningkatkan akurasi peringatan dini bencana hidrometeorologi.

Kepala BMKG Republik Indonesia Teuku Faisal Fathani mengatakan, keberadaan radar cuaca di Cilacap menjadi bagian penting dalam memperluas jaringan observasi cuaca nasional, terutama di kawasan selatan Pulau Jawa yang memiliki tingkat kerawanan cuaca tinggi.

“Radar ini memungkinkan kami memantau potensi pertumbuhan awan konvektif secara lebih detail sehingga informasi cuaca dan peringatan dini dapat disampaikan lebih cepat, lebih akurat, dan lebih mudah dipahami masyarakat,” katanya.

Menurut Faisal, radar tersebut tidak hanya mendukung pelayanan informasi cuaca harian, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mitigasi bencana. Data radar dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengambilan keputusan, termasuk pelaksanaan operasi modifikasi cuaca saat terjadi potensi bencana hidrometeorologi.

Ia menambahkan, Cilacap dipilih karena memiliki posisi strategis dengan aktivitas pelayaran, perikanan, industri, serta kawasan pesisir yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia. Radar juga akan memperkuat pemantauan potensi gangguan cuaca, termasuk bibit siklon tropis yang berkembang di wilayah tersebut.

Plt Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya menyebut kehadiran radar cuaca menjadi kebutuhan penting bagi Kabupaten Cilacap yang memiliki bentang wilayah beragam, mulai dari kawasan pesisir, pelabuhan, industri, lahan pertanian, hingga perbukitan.

“Informasi cuaca yang semakin akurat akan membantu meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi cuaca ekstrem. Ini bukan hanya mendukung aktivitas pelayaran, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mitigasi bencana hidrometeorologi,” ujar Ammy.

Ia memastikan Pemerintah Kabupaten Cilacap akan terus memperkuat sinergi dengan BMKG, BPBD, TNI, Polri, serta seluruh pemangku kepentingan agar informasi meteorologi dapat dimanfaatkan secara optimal untuk melindungi masyarakat.

Sementara itu, Plt Direktur Instrumentasi dan Kalibrasi BMKG Hartanto menjelaskan, radar di Cilacap merupakan satu dari lima radar cuaca baru yang dibangun melalui kerja sama Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Prancis. Empat radar S-Band ditempatkan di Cilacap, Natuna, Tanjung Pinang, dan Saumlaki, sedangkan satu radar C-Band dibangun di Tangerang.

“Saat ini BMKG memiliki 45 radar cuaca dari kebutuhan nasional sekitar 75 unit. Penambahan jaringan radar tersebut diharapkan mampu memperluas cakupan pengamatan cuaca sekaligus meningkatkan kualitas layanan informasi meteorologi di berbagai wilayah Indonesia”, jelasnya.

Anggota Komisi B DPRD Provisni Jawa Tengah David Ishaq Aryadi menilai keberadaan radar cuaca merupakan investasi strategis untuk meningkatkan keselamatan masyarakat. Selain memperkuat sistem peringatan dini, fasilitas tersebut juga diharapkan mendukung sektor pelayaran, perikanan, penerbangan, pertanian, hingga industri yang menjadi penggerak ekonomi di Cilacap.

Dengan beroperasinya radar cuaca S-Band di Jeruklegi, wilayah selatan Jawa Tengah kini memiliki dukungan pengamatan cuaca yang lebih komprehensif. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu mempercepat mitigasi bencana sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang menggantungkan aktivitasnya pada kondisi cuaca.

Peresmian Gedung Radar Cilacap oleh Kepala BMKG Republik Indonesia Teuku Faisal Fathani. (Foto: Pemkab Cilacap/Dony)
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....