Rembug Pembangunan Jateng di Banjarnegara, Gubernur Soroti Pentingnya Sinergi
- 18 Mei 2026 21:50 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banjarnegara – Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (Purn) Drs Ahmad Luthfi menyoroti pentingnya sinergi antarkabupaten dalam kawasan pengembangan. Menurut gubernur, pembangunan antarwilayah tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri. Kawasan Wonobanjar dan Cibalingmas harus diperkuat agar potensi daerah dapat saling menopang.
Hal tersebut disampaikan Gubernur saat memimpin Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 di Pendopo Dipayuda Adigraha Banjarnegara, Senin (18/5/2026).
“Kawasan selatan Jawa Tengah memiliki modal besar berupa kekayaan alam, budaya, sektor pertanian, hingga potensi wisata yang jika dikelola secara terintegrasi akan mampu menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Tengah,” kata gubernur.
Forum rembug pembangunan diikuti lima kepala daerah dari wilayah pengembangan Wonobanjar dan Cibalingmas, yakni Banjarnegara, Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Wonosobo. Hadir pula Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah H Setya Arinugraha, unsur Forkopimda, jajaran kepala OPD, serta tokoh agama dan masyarakat.
Pariwisata Berkelanjutan dan Ekonomi Syariah
Selanjutnya, gubernur mengatakan bahwa pengembangan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah harus menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi wilayah selatan Jawa Tengah.
“Pariwisata berkelanjutan harus memberi dampak ekonomi langsung kepada masyarakat. Begitu pula ekonomi syariah, bukan sekadar konsep, tetapi harus menjadi sistem ekonomi kerakyatan yang tumbuh di desa-desa,” jelasnya.
Dalam diskusi, sejumlah kepala daerah menyampaikan pandangannya. Bupati Banjarnegara dr Amalia Desiana dalam paparannya menyoroti kondisi sedimentasi di Waduk Mrica yang kini sudah mencapai 93 persen.
“Waduk Mrica butuh penanganan segera dari hulu sampai hilir,” tegas Bupati Amalia.
Memperkuat pandangan tersebut, Bupati Wonosobo dr H Afif Nurhidayat juga mengingatkan pentingnya penanganan DAS Serayu, khususnya sedimentasi Waduk Mrica. Ia juga menyampaikan perlunya penguatan kawasan wisata dataran tinggi terpadu yang terhubung dengan Banjarnegara, terutama untuk meningkatkan daya tarik Dieng sebagai destinasi internasional.
Sementara itu, Bupati Banyumas Drs H Sadewo Tri Lastiono MM mengusulkan penguatan kerja sama lintas daerah untuk pengembangan sektor pendidikan, kesehatan, dan industri kreatif agar kawasan Banyumas Raya semakin kompetitif.
“Kami mengusulkan Trans Jateng bisa terkoneksi sampai Wonosobo,” kata Sadewo.
Ia juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2021 pernah ada rencana reaktivasi jalur kereta api Purwokerto–Wonosobo, namun terhenti karena terkendala pandemi Covid-19.
Dipandu oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Jawa Tengah, Iwanuddin Iskandar SH MHum selaku moderator, rembug pembangunan berlangsung hangat dengan mengusung tema “Mengembangkan Pariwisata Berkelanjutan dan Ekonomi Syariah sebagai Tulang Punggung Pertumbuhan Ekonomi”. (Tim Kominfo Banjarnegara: mjp/sdw/gas/rif).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....