Pertama Gelar di Perpusda Banjarnegara, Layar Tancep dan Bedah Buku Jadi Inspirasi

  • 23 Apr 2026 13:14 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banjarnegara - Rabu ( 22/4/2026)malam, basement Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Banjarnegara tampak semarak. Ada panggung rendah dengan layar lebar putih bersih terbentang. Seratusan orang duduk bersila menikmati teh dan kopi dengan suguhan jajan pasar, menghadap layar lebar itu.

Pada malam Literasi penuh inspirasi itu, digelar Pemutaran film “Di Hyang, Negeri di Atas Awan” dan bedah buku “Banjarnegara Surga Cerita” yang menjadi kegiatan utamanya. Kegiatan tersebut dihelat oleh Disarpus Banjarnegara bekerjasama dengan Perpustakaan Sahabat Muda Indonesia serta Komite Ekraf Banjarnegara, masih dalam rangka menyemarakkan Hari Jadi Banjarnegara ke 455.

Kepala Disarpus Banjarnegara Drs. Arief Rahman, S.T M.Si. yang malam itu tampil memakai blangkon menyampaikan apresiasinya dengan kegiatan ini.

"Ini pertama kalinya Disapus menyelenggarakan kegiatan Malam Literasi, konsepnya semi luar ruangan, santai dan malam hari pula. Kami ingin kegiatan literasi di Banjarnegara menjadi ramai seperti malam hari ini," harap Arief.

Arief secara resmi meluncurkan buku berjudul “Banjarnegara Surga Cerita”, yang merupakan kumpulan tulisan dari peserta Bimtek Penulisan Berbasis Konten Budaya Lokal Banjarnegara. Bimtek ini merupakan bagian dari kegiatan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus Non Fisik Perpustakaan Nasional tahun 2025. Sejumlah 49 penulis di Banjarnegara berkontribusi dalam buku ini.

Bedah buku

Pegiat literasi sekaligus penyunting buku ini: Indra Hari Purnama dan Muji Prasetyo menjadi pembedah buku ini. Menurut mereka karya buku ini sangat baik dalam rangka menggali nilai budaya lokal yang diwujudkan dalam tulisan.

"Menulis adalah karya keabadian. Dengan menulis, kita sedang membuat amal jariyah," ujar Indra dari Rumah Baca Purnama Desa Luwung.

Adapun Muji Prasetyo turut memberikan apresiasi kepada para penulis yang telah berupaya keras mewujudkan karya terbaiknya dalam buku Banjarnegara Surga Cerita.

“Selamat atas lahirnya buku ini. Semoga menjadi momentum untuk mengobarkan semangat literasi, baik menulis maupun membaca. Teruslah asah keterampilan menulis, semoga karya berikutnya akan lebih baik lagi,” timpal Muji Prasetyo.

Bedah Film

Ketua Umum Yayasan Sahabat Muda Indonesia Heni Purwono mengungkapkan kegiatan ini dalam rangka mengapresiasi karya masyarakat Banjarnegara berupa film dan juga buku agar memantik karya lainnya.

"Film Di Hyang membuktikan bahwa promosi wisata dapat dilakukan dengan film drama yang sangat baik. Buku Banjarnegara Surga Cerita juga bisa dijadikan para pelaku ekonomi kreatif untuk menjadi story telling yang memperkuat produk dan jasa mereka. Dengan literasi kami harap bisa menunjang sektor ekonomi untuk menjadikan Banjarnegara lebih maju dan sejahtera," harap Heni.

Sutradara film Di Hyang Aziz Arifianto mengungkapkan film ini selain mengekspolorasi keindahan Dieng, juga menjadi pembuktian bahwa anak-anak Banjarnegara bisa membuat film panjang berkualitas.

"Film ini murni karya anak-anak yang rata-rata lulusan SMK. Ternyata mereka bisa berkarya. Kami harap ke depan film ini dapat dipakai oleh sekolah-sekolah dasar untuk memperkaya pemahaman muatan lokal, khususnya Mata Pelajaran Dawet Ayu," harap Aziz.

Turut hadir dalam momen itu Kepala Dinas Kominfo Sagiyo SIP, budayawan, pegiat litarasi dan pegiat film indie *** (tim kominfo).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....