Pengukuhan Pengurus IGI Banjarnegara
- 24 Nov 2025 17:09 WIB
- Purwokerto
KBRN, Banjarnegara : Pengurus Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Banjarnegara masa bhakti 2025–2030 resmi dikukuhkan di Aula STIE Tamansiswa Banjarnegara, Senin (24/11/2025). Pengukuhan dilakukan oleh Ketua IGI Wilayah Jawa Tengah Joko Susila, M.Pd, dengan menetapkan Widarto, S.T sebagai Ketua IGI Banjarnegara beserta jajaran pengurus lainnya.
Pengukuhan dihadiri oleh Wakil Bupati Banjarnegara Wakhid Jumali, Lc. Dalam acara ini, Wabup juga dikukuhkan sebagai Pembina IGI Banjarnegara. Hadir pula Ketua Komisi IV DPRD H. Dedi Suromli, S.Pd, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IX, Kepala Dindikpora, Kepala Dinas Kominfo, serta Ketua STIE Tamansiswa Banjarnegara.
Ketua panitia kegiatan Drs. Aziz Purwano, MM dalam laporannya menyampaikan bahwa IGI Banjarnegara telah hadir sejak 2010 sebagai ruang kolaborasi bagi para pendidik. Dengan pelantikan pengurus baru, Aziz berharap kiprah IGI akan lebih mantap dalam memajukan dunia pendidikan serta kompetensi guru anggotanya.
“IGI Banjarnegara sebenarnya sudah berdiri sejak 2010. Kami berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Motto kami adalah Guru harus adaptif, kreatif, dan kompetitif menghadapi perubahan,” ujar Azis.
Sementara itu, Ketua IGI Wilayah Jawa Tengah Joko Susila menegaskan peran organisasi profesi guru ini sebagai wadah peningkatan kompetensi dan jejaring pembelajaran.
“IGI lahir tanggal 26 November sebagai organisasi profesi guru yang independen. Organisasi IGI tidak terpengaruh politik, melainkan akan fokus dalam peningkatan kompetensi pendidik,” ungkapnya.
*tingkatkan pendidikan dan literasi*
Adapun Wakil Bupati Banjarnegara Wakhid Jumali, Lc memberikan penekanan kuat agar IGI menjadi motor penggerak peningkatan kualitas pendidikan di Banjarnegara yang hingga kini masih menghadapi tantangan besar.
“Kami mendukung penuh kehadiran IGI dan menunggu gebrakan nyata untuk mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kita yang masih rendah. IPM pendidikan Banjarnegara masih 1,42, dan angka sekolah rata-rata baru 6,7 tahun atau setara putus sekolah di kelas 1 SMP,” terangnya.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan literasi, terutama literasi bencana, mengingat 73 persen wilayah Banjarnegara rawan bencana dan persoalan ekologis semakin mendesak.
“Saya harapkan IGI ikut terlibat dalam membangun literasi bencana sebagai bekal masyarakat menghadapi risiko. Kondisi waduk Mrica saja saat ini sedimentasinya sudah mencapai 92 persen. Hal ini merupakan darurat pengetahuan dan kesadaran publik,” imbuhnya.
Wabup Wakhid berharap IGI menjadi organisasi profesional yang progresif dan mampu menjawab tantangan masa depan pendidikan.
“Dengan pengukuhan ini, diharapkan IGI Banjarnegara segera bergerak melalui program-program peningkatan kompetensi guru demi menciptakan pendidikan yang unggul, relevan, dan responsif terhadap kebutuhan daerah,” pungkasnya.
Usai pengukuhan, acara dilanjutkan dengan pelatihan Digitalisasi Ekosistem Sekolah untuk Inovasi Pembelajaran.*** (mujiprast).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....