Siti Mukaromah Ingatkan Generasi Z Waspadai Dampak Negatif Dunia Digital
- 26 Jun 2026 15:11 WIB
- Purwokerto
RRI. CO.ID, Banyumas – Anggota DPR / MPR RI Siti Mukaromah mengingatkan generasi muda agar tidak larut dalam derasnya arus digitalisasi yang berpotensi mengikis nilai-nilai kebangsaan. Menurutnya, kemajuan teknologi harus diimbangi dengan penguatan pemahaman terhadap Empat Pilar Kebangsaan sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pesan tersebut disampaikan Siti Mukaromah saat menggelar Penguatan dan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bertema "Akselerasi Ekonomi Digital Berlandaskan Empat Pilar Kebangsaan" yang diikuti ratusan anak muda dari Kabupaten Banyumas dan Cilacap di salah satu restoran di Purwokerto, Jumat (26/6/2026).
Siti Mukaromah mengatakan perkembangan teknologi digital menghadirkan banyak manfaat, namun juga membuka ruang masuknya berbagai pengaruh negatif yang dapat mengancam karakter generasi muda apabila tidak disikapi dengan bijak.
"Digitalisasi memang memberikan banyak hal positif, tetapi kita juga harus menyadari bahwa pengaruh negatif justru sering kali lebih kuat masuk kepada masyarakat, khususnya anak-anak muda. Karena itu, Empat Pilar Kebangsaan harus menjadi fondasi yang kokoh bagi generasi penerus bangsa," katanya.
Ia menjelaskan Empat Pilar Kebangsaan yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika perlu terus disosialisasikan secara masif, terutama kepada Generasi Z yang tumbuh di era digital.
Menurutnya, Generasi Z tidak mengalami secara langsung perjalanan sejarah perjuangan bangsa sebagaimana generasi sebelumnya. Kondisi tersebut membuat mereka lebih rentan membentuk pola pikir pragmatis apabila tidak dibekali pemahaman kebangsaan yang kuat.
"Anak-anak hari ini lebih banyak menghabiskan waktu dengan teknologi digital dibandingkan bersama orang tua ataupun guru. Apa yang mereka lihat di media digital bisa lebih kuat memengaruhi pola pikir mereka dibandingkan pendidikan yang diterima di rumah maupun di sekolah," ujarnya.
Ia menilai penyampaian nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda juga harus dilakukan dengan pendekatan yang lebih komunikatif. Menurutnya, pola dialog dan berbagi pengalaman akan lebih mudah diterima dibandingkan pendekatan yang bersifat menggurui.
Siti Mukaromah menambahkan, sekitar 19 tahun mendatang Generasi Z akan menjadi kelompok usia produktif yang memegang berbagai posisi strategis, mulai dari pengambil kebijakan hingga pemimpin di berbagai sektor. Oleh karena itu, pembentukan karakter mereka harus dimulai sejak sekarang.
"Ke depan mereka yang akan memimpin bangsa ini. Karena itu, Empat Pilar Kebangsaan harus terus diperkuat agar saat menerima derasnya arus digitalisasi, mereka tetap memiliki jati diri sebagai warga negara Indonesia yang menjunjung tinggi nilai kebangsaan, norma, etika, dan agama," tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa penguatan karakter generasi muda bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga keluarga, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, hingga para pemegang kebijakan di semua tingkatan.
"Orang tua, guru, pemerintah, DPR, kepala daerah, semuanya memiliki tanggung jawab bersama untuk memastikan generasi Indonesia tetap memiliki karakter yang kuat di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....