Teknologi Jadi Pilar Pertahanan Semesta di Era Digital

  • 01 Mei 2026 09:53 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Pemanfaatan teknologi dinilai menjadi elemen penting dalam memperkuat sistem pertahanan semesta di tengah perubahan karakter ancaman global. Isu ini menjadi sorotan dalam Forum Diskusi Publik bertema “Pemanfaatan Teknologi sebagai Bentuk Pertahanan Semesta di Era Digital” yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Digital bersama Komisi I DPR RI.

Indonesia sebenarnya telah memiliki konsep pertahanan semesta yang komprehensif sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002. Namun, implementasinya dinilai masih belum optimal, terutama dalam melibatkan komponen non-militer sebagai bagian yang setara dalam sistem pertahanan nasional.

Selama ini praktik pertahanan masih cenderung berfokus pada dimensi militer, sementara potensi sektor non-militer seperti teknologi, ekonomi, dan masyarakat belum dimaksimalkan. Padahal, karakter ancaman saat ini telah bergeser menjadi lebih kompleks dan bersifat hibrida.

“Tantangan utama kita bukan pada konsep, kita sudah punya konsep yang kuat soal sistem pertahanan semesta. Tantangannya ada pada kemampuan kita untuk menyesuaikan diri dengan perubahan. Sebab hari ini pertahanan tidak lagi diuji hanya dalam situasi perang. Ancaman telah berubah, medan konflik juga telah bergeser dan pertanyaan sekarang adalah seberapa cepat kita mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut.” ujar Virdika Rizky Utama, Direktur Eksekutif Para Syndicate.

Ancaman saat ini tidak hanya berupa serangan militer konvensional, tetapi juga meliputi serangan siber terhadap infrastruktur vital, penyebaran disinformasi, hingga tekanan ekonomi yang dapat melemahkan stabilitas negara tanpa deklarasi perang.

Selain itu, kerentanan struktural dalam sistem pertahanan non-militer juga menjadi perhatian. Insiden kebocoran data, termasuk yang melibatkan sistem nasional, dinilai bukan sekadar persoalan teknis, tetapi menunjukkan perlunya penguatan tata kelola dan keamanan digital secara menyeluruh.

Oleh karena itu, penguatan kedaulatan digital menjadi langkah penting untuk melindungi kepentingan nasional dari berbagai ancaman yang semakin kompleks. Melalui pemanfaatan teknologi dan penguatan peran komponen non-militer, diharapkan sistem pertahanan semesta Indonesia dapat lebih adaptif dan tangguh. (Dwinanda)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....