Program Literasi Digital: Investasi Pemerintah untuk Desa Mandiri

  • 13 Jul 2026 08:53 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto – Membangun desa tidak cukup dengan aspal dan semen. Hari ini, membangun desa berarti membangun jaringan dan jaringan pikiran. Literasi digital adalah investasi paling murah, tapi dampaknya paling panjang.

Direktorat Jenderal (Ditjen) Komunikasi Publik dan Media kembali menggelar Webinar Literasi Digital, dengan mengangkat tema “Membangun Kemandirian Desa di Era Baru Koperasi UMKM”. Bersama tiga narasumber, yaitu Yudha Novanza Utama – Anggota Komisi I DPR RI, Gun Gun Siswadi, M.Si. – Pegiat Literasi Digital, dan Alan Fauzi, S.A.P. – Founder Sekolah Alternatif Anak Jalanan.

Webinar kali ini menyoroti peran startegis ekonomi kerakyatan. Fokus utamanya adalah bagaimana desa dapat mengelola potensi lokal secara mandiri untuk meningkatkan kesejahteraan tanpa terus menerus bergantung pada bantuan eksternal..

Yudha Novanda selaku Anggota Komisi I DPR RI menekankan pentingnya kolaborasi, terutama bagi para pemuda di Karang Taruna. “Tolong kita cari sama-sama gimana biar bisa meningkatkan kemampuan UMKM tersebut,” tuturnya.

Dalam hal ini, Gun Gun Siswandi menambahkan bahwa transformasi Go Digital sangat krusial. Ia menjelaskan bahwa dengan penetrasi internet yang sudah luas, pelaku usaha harus merespons perubahan gaya hidup. “Sekarang ini gaya hidup masyarakat sudah berubah, sekarang sudah digital semua. Perubahan ini harus direspons oleh UMKM dan koperasi supaya kita bisa bersaing,” jelasnya.

Sementara itu, Alan Fauzi menyoroti pentingnya reskilling dan upskilling. Ia memberikan pesan kuat bagi para pemuda dengan mengutip kaidah. “Bukan pemuda sejati yang berbicara inilah bapakku/backinganku. Namun yang berdiri tegap dan berkata inilah aku, inilah karyaku,” ungkapnya. Ia berharap pemuda tidak lagi menjadi objek, melainkan subjek yang mengelola desa dengan kacamata digital yang inovatif.

Webinar ini menegaskan bahwa kemandirian desa adalah langkah nyata melalui sinergi antara literasi digital, pengelolaan koperasi yang modern, dan semangat kreativitas pemuda untuk menjadikan desa sebagai motor penggerak ekonomi yang berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....