Jamaah Haji Banyumas dan Jutaan Orang Lainnya Siap Jalani Wukuf
- 26 Mei 2026 10:40 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Makkah – Puncak penyelenggaraan ibadah haji memasuki fase paling sakral dengan dimulainya rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Pada Selasa (26/5/2026) yang bertepatan dengan 9 Dzulhijjah 1447 H, jutaan jamaah haji dari seluruh dunia, termasuk asal Banyumas bersiap melaksanakan wukuf di Arafah, yang menjadi inti dari seluruh rangkaian ibadah haji.
Di Arafah, para jamaah akan menghabiskan waktu dengan berdoa, berdzikir, dan bermunajat kepada Allah SWT, memohon ampunan serta keberkahan. Momen ini menjadi puncak spiritual yang sangat dinanti.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Banyumas, Afifudin Idrus, menyampaikan harapannya agar penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H terus mengalami peningkatan kualitas pelayanan. Oleh karennaya dirinya meminta kepada petugas haji, agar memberikan layanan terbaik dan ikhlas dalam memberikan pelayanan kepada para jamaah haji.
“Semoga penyelenggaraan ibadah haji 1447 H semakin baik, aman, nyaman, dan memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh jamaah. Semoga seluruh tamu Allah diberikan kesehatan, kekuatan, serta kemudahan dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah dan memperoleh predikat haji yang mabrur,” ujarnya.
Di tengah padatnya aktivitas Armuzna, jamaah diimbau untuk tetap menjaga kesehatan dan keselamatan. Sejumlah hal penting ditekankan, mulai dari menjaga stamina dengan cukup minum dan makan teratur, mengikuti arahan petugas dan ketua kloter, hingga mengutamakan keselamatan dibanding memaksakan ibadah sunnah. Jamaah juga diminta memperbanyak doa dan dzikir di Arafah, membawa identitas penting, menjaga kesabaran, serta mengurangi barang bawaan berlebih.
Sementara itu, PPIH Kloter 73 SOC, Dudiyono, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran perjalanan jamaah hingga memasuki tahapan wukuf di Arafah. Ia menuturkan seluruh rangkaian berjalan tertib, jamaah tetap kondusif dan kompak.
“ Puncak haji ini tidak hanya menjadi perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual menuju ketundukan total kepada Allah SWT,” kata Dudiyono.
Hal senada disampaikan Karom 9 SOC 73 asal Sokaraja Banyumas, Muhammad Sihabudin, yang merasakan kuatnya suasana kekeluargaan di antara jamaah dan petugas. Meski ada sejumlah tantangan fisik maupun psikis dapat dilalui berkat sinergi dan kekompakan tim.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....