Cuaca Ekstrem Capai 40°C, Jemaah Haji Purbalingga Diimbau Cegah Dehidrasi

  • 17 Mei 2026 07:59 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purbalingga– Menghadapi cuaca ekstrem di Tanah Suci yang suhu udaranya dapat menyentuh angka 40 derajat Celcius, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DinkesPPKB) Kabupaten Purbalingga terus mengimbau jemaah haji untuk mengambil langkah preventif guna menghindari risiko dehidrasi berat, kelelahan hebat, hingga heat stroke.

Ketua Tim Surveilans dan Imunisasi DinkesPPKB Purbalingga, dr. Devvy Herawati, berpesan kepada jemaah haji agar rutin menyemprotkan air ke wajah dan badan. Hal ini berfungsi untuk mendinginkan suhu tubuh secara instan di tengah terik matahari ketika di Masjidil Haram.

"Selain itu, jemaah diimbau sesering mungkin minum air putih ataupun air zam-zam, menurutnya, pola minum sedikit demi sedikit namun rutin jauh lebih efektif menjaga hidrasi dibandingkan minum dalam jumlah banyak tetapi jarang," terangnya.

Dr. Devvy juga memberikan catatan medis khusus bagi jemaah yang memiliki riwayat penyakit seperti gula harus ekstra waspada terhadap dehidrasi, karena kekurangan cairan dapat menyebabkan kadar gula darah melonjak naik. Kemudian, bagi jemaah yang memiliki riwayat darah tinggi untuk membatasi asupan makanan dengan kadar garam yang tinggi guna menjaga kestabilan tekanan darah.

"Untuk menghindari paparan sinar matahari langsung saat menuju atau keluar dari masjid, jemaah juga diwajibkan selalu menggunakan payung, serta penggunaan alas kaki tidak boleh diabaikan," ucapnya.

"Jangan tinggalkan sandal saat masuk ke Masjidil Haram atau Nabawi karena khawatir hilang. Jika kaki tidak menggunakan alas di atas lantai yang panas, berpotensi besar menyebabkan kaki melepuh," ujar dr. Devvy.

Dokter Devvy menambahkan jemaah diminta untuk bijak dalam mengatur aktivitas ibadah. Jika kondisi fisik sudah terasa letih, jemaah disarankan untuk tidak memaksakan diri mengejar ibadah sunnah setiap waktu ke Masjidil Haram.

"Jangan sampai dipaksakan hingga jatuh sakit, yang justru membuat jemaah tidak bisa melaksanakan rangkaian ibadah yang wajib," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....