Jemaah Haji Purbalingga Diimbau Batasi Terima Tamu Demi Jaga Kesehatan

  • 11 Mei 2026 10:54 WIB
  •  Purwokerto

RRI CO.ID, Purbalingga – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DinkesPPKB) bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Purbalingga memberikan peringatan kepada para calon jemaah haji yang akan segera diberangkatkan.

Memasuki fase penantian menjelang keberangkatan, jemaah diminta untuk mulai membatasi kunjungan tamu guna menjaga kondisi fisik dan psikologis.Ketua Tim Surveilans dan Imunisasi DinkesPPKB Purbalingga, dr. Devvy Herawati, menekankan bahwa tiga hari sebelum keberangkatan adalah waktu yang krusial untuk beristirahat total.

"Satu lagi untuk jemaah, ketika akan berangkat h-3 sebaiknya tidak usah menerima tamu. Kami memberi opsi: mau istirahat dengan tenang agar tetap bisa berangkat, atau memaksakan diri menerima tamu tapi berisiko dipulangkan karena kelelahan saat tiba di embarkasi," tegas dr. Devvy.

Menurutnya, hal ini bukan sekadar masalah "pekewuh" atau rasa tidak enak hati kepada kerabat, melainkan demi keselamatan jemaah itu sendiri.Ia menuturkan, pihak Puskesmas dan Dinas Kesehatan telah berjuang keras memantau kesehatan jemaah selama masa persiapan, sehingga sangat disayangkan jika keberangkatan harus tertunda hanya karena faktor kelelahan di menit-menit terakhir.

"Saat tiba di Embarkasi Donohudan nanti, kegiatannya sangat padat. Ada pemeriksaan kesehatan, arahan, pembagian uang saku, hingga logistik. Besoknya, jemaah harus menempuh 12 jam perjalanan udara ke Arab Saudi. Itu sangat menyita tenaga," tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Purbalingga, Ani Mufarokhah, menyatakan bahwa pihaknya terus menginstruksikan petugas haji untuk memantau masa penantian jemaah. Ia mengingatkan bahwa gangguan psikologis akibat kurang istirahat dapat berdampak langsung pada fisik.

"Kami selalu pesankan kepada petugas untuk mengingatkan jemaah menjaga kebugaran. Mendekati keberangkatan, biasanya kerabat ingin datang mendoakan setiap hari. Akhirnya jemaah jadi kelelahan," ujar Ani.

Ia menekankan bahwa jemaah harus bijak membagi waktu antara menyambut doa restu dari kerabat dan waktu istirahat.

Ani kembali menekankan calon jemaah haji tetap menjaga kebugaran menjelang keberangkatan mulai dari menjaga asupan makanan hingga pola piker, menurutnya kelancaran perjalanan hingga pelaksanaan ibadah haji sangat bergantung pada kesiapan fisik yang dibangun sejak dari rumah.

"Kita tidak tahu ke depan bagaimana tantangannya di sana. Oleh karena itu, jemaah harus benar-benar menjaga kesehatan agar tetap fit saat memulai prosesi ibadah haji," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....