Tukang Parkir Naik Haji
- 06 Mei 2026 13:34 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas- Seorang juru parkir di Pasar Pon Purwokerto, Kabupaten Banyumas, membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan halangan untuk mewujudkan impian berhaji. Sucipto, warga RT 3 RW 3 Jalan Rianto, Kelurahan Sumampir, yang kini berusia 64 tahun, akan berangkat ke Tanah Suci setelah menabung selama puluhan tahun.
Sehari-hari, Sucipto bekerja sebagai juru parkir dengan penghasilan yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan dan menyekolahkan ketiga anaknya. Namun, sejak tahun 1999, Sucipto konsisten menyisihkan sebagian penghasilannya, mulai dari Rp1.000 hingga Rp10.000 setiap hari.
Ketekunan itu membuahkan hasil. Pada 2015, uang tabungan Sucipto terkumpul hingga Rp25 juta, yang kemudian disetorkan sebagai biaya pendaftaran haji. Sucipto mengatakan, keinginannya untuk berhaji sudah lama tertanam kuat.
Meski hanya bekerja sebagai juru parkir dan tidak menamatkan pendidikan dasar, ia tetap yakin bisa mewujudkan impiannya melalui usaha dan doa.
“Doa saya setiap malam itu, anak bisa sekolah tinggi. Alhamdulillah semuanya bisa sarjana, meski saya SD saja tidak lulus. Kedua, saya ingin datang ke Tanah Suci untuk berhaji,” kata Sucipto.
Selain bekerja keras, Sucipto juga rutin menjalankan salat tahajud dan berdoa setiap malam agar diberikan kesempatan menunaikan ibadah haji. Menurutnya ini yang menjadi salah satu kunci dirinya sesaat lagi akan pergi berhaji.

Di mata para pedagang Pasar Pon, Sucipto dikenal sebagai sosok yang jujur dan bertanggung jawab. Salah satu pedagang, Diro, menyebut selama puluhan tahun Sucipto mengelola parkir, tidak pernah terjadi kasus pencurian kendaraan.
“Orangnya sopan, tidak pernah membuat masalah, baik dengan pedagang maupun pengunjung,” ujar Diro.
Rencananya, Sucipto akan berangkat ke Tanah Suci pada 16 Mei 2026 melalui embarkasi Solo, tergabung dalam Kloter 73 rombongan 3. Ketua Kloter 73, Dudiyono, mengatakan kisah Sucipto menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Menurutnya, ibadah haji memang merupakan panggilan Allah, namun usaha dan keistiqomahan tetap menjadi kunci.“Ini menjadi inspirasi buat kita semua. Jika mau berusaha sungguh-sungguh, berdoa, dan istiqomah, insya Allah bisa berhaji,” kata Dudiyono.
Meski seminggua lagi akan berangkat haji, hingga hari Rabu ( 6/5/2026) Sucipto masih bekerja sebagai juru parkir. Bahkan rencananya sampai tanggal 9 Mei 2026 masih tetap menjadi juru parkir, hal ini dilakukan guna mendapatkan tambahan uang saku selama menjalankan ibadah haji.
Selain akan melaksanakan ibadah haji, Sucipto juga dapat menyekolahkan ketiga anaknya hingga jenjang sarjana. Istri Sucipto sejak tujuh tahun lalu telah meninggal dunia, sebelumnya istri Sucipto bekerja sebagai tukang jahit.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....