DinkesPPKB Purbalingga Pantau Ketat 168 Calon Jemaah Haji Risiko Tinggi
- 01 Mei 2026 14:46 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, PURBALINGGA – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DinkesPPKB) Kabupaten Purbalingga. Memastikan sebanyak 567 calon jemaah haji (CJH) asal Purbalingga siap diberangkatkan ke Tanah Suci pada musim haji tahun ini.
Namun, dari total tersebut, terdapat 168 jemaah yang masuk dalam kategori faktor risiko dan memerlukan pemantauan kesehatan ekstra.Ketua Tim Surveilans dan Imunisasi DinkesPPKB Purbalingga, dr. Devy Herawati, mengungkapkan bahwa data tersebut diperoleh melalui Sistem Informasi Kesehatan Jemaah Haji (Siskohajkes).
Adapun pemantauan dilakukan kepada CJH sejak data terinput dalam system tersebut untuk memastikan seluruh jemaah dalam kondisi prima selama menjalankan ibadah."Penetapan status kesehatan atau istitha'ah jemaah tahun ini mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) yang sangat ketat. Prosedur pengecekan akan dilakukan secara berlapis hingga jemaah tiba di Embarkasi Donohudan, Solo," katanya.
"Jika jemaah tidak melalui prosedur dengan benar, atau ketika sampai di Donohudan terlihat sangat lelah dan sakit hingga dinyatakan tidak layak terbang, maka jemaah terpaksa kami bawa pulang kembali ke Purbalingga," tegas dr. Devy.
"Langkah tegas ini diambil demi kebaikan jemaah. Sebab, otoritas di Arab Saudi juga memiliki regulasi ketat, yakni jika ditemukan jemaah yang tidak sehat pasca-penerbangan, mereka akan langsung dipulangkan ke tanah air," ucapnya.
Devy menyebutkan, jemaah yang masuk dalam kategori rentan atau risiko tinggi (risti) terbagi menjadi dua faktor utama, yaitu usia di atas 65 tahun dan riwayat penyakit kronis yang menjadi perhatian khusus dalam kategori istitha'ah seperti Penyakit Jantung, Hipertensi (Darah Tinggi), Penyakit Paru-paru serta Diabetes Melitus.
"Bagi jemaah dengan kondisi tersebut, mereka diwajibkan rutin mengonsumsi obat. Kewajiban minum obat ini harus tetap dijaga secara disiplin, termasuk saat sudah berada di Arab Saudi nanti," tambahnya.
Demi kelancaran ibadah bagi jemaah rentan, CJH dilakukan pendampingan diantaranya pendampingan alat seperti alat bantu fisik seperti kruk atau tongkat bagi jemaah yang membutuhkan bantuan mobilisasi, kemudian pendampingan orang yakni bantuan langsung bagi jemaah yang membutuhkan pendamping khusus saat melaksanakan aktivitas ibadah.
"Serta pendampingan obat yakni bagi jemaah dengan penyakit kronis agar wajib membawa dan mengonsumsi persediaan obat selama masa ibadah," imbuhnya.
dr Devy menambahkan, dengan persiapan dan pemantauan yang matang ini, diharapkan seluruh jemaah haji asal Purbalingga dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar dan kembali ke tanah air dengan selamat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....