Hindari Mina Over Capacity, Jamaah Haji Tanazul Mandiri

  • 07 Jun 2025 09:59 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Banjarnegara: Menghindari over capacity tenda sebagaimana yang terjadi di Arafah kemarin, para jamaah haji Indonesia pada hari Jumat (6/6/2025) bertolak dari Muzdalifah ke Mina, meskipun pihak Kementerian Haji dan Umroh Arab Saudi menyatakan tidak ada Tanazul, namun mereka diminta untuk melakukan Tanazul mandiri. Tanazul adalah kembali lebih awal ke hotel di Makkah setelah selesai melempar jumrah Aqabah, tanpa harus menginap penuh di Mina.

Kebijakan ini diarahkan oleh PPIH Arab Saudi Muchlis Muhammad Hanafi yang meminta Ketua Sektor utamanya di wilayah Syisyah-Raudhah.

"Sehubungan dengan tanazul mandiri, diharapkan jamaah berkoordinasi dengan Syarikah terkait dengan penyediaan konsumsi di hotel, atau mengusahakan konsumsi secara mandiri," ujar Muchlis melalui pesan berantai.

Dengan over capacity tenda, dimungkinkan para jamaah bisa selama 3 hari 3 malam berada di luar ruangan dengan cuaca ekstrem yang membahayakan.

Kloter 02 SOC, misalnya, Ketua Kloter Sugeng Darmadi melaporkan ada 70 jamaah dari Banjarnegara yang tidak mendapatkan tenda, sehingga jamaah dengan usia muda diminta untuk melaksanakan Tanazul mandiri.

Pendamping Haji Daerah Banjarnegara Afit Juliat Nurcholis mengungkapkan skenario bagi jamaah haji yang melaksanakan Tanazul mandiri akan berangkat dari tenda Mina bada Isya jam 22.30 Waktu Arab Saudi.

"Diusahakan sampai tengah malam jam 24.00 di area jamarat, agar terhitung mabit tanggal 10 malam 11 Dzulhijjah. Lalu melempar jumrah Aqabah, langsung ke hotel , cukur dan lepas ihram. Lalu istirahat, karena perjalanan dengan jalan kaki sekitar 6 sampai 10 kilometer. Setelah sholat shubuh bisa langsung ifadhah. Lalu lempar jumrah tanggal 11 setelah Maghrib. Setelah lempar jumarah duduk mabit di sekitar jamarah. Lewat tengah malam sekitar jam 00.00 lempar jumarah untuk tanggal 12. Lalu melaksanakan Nafar Awal dan selesai," jelas Afit.

Adapun bagi jamaah haji yang lansia dan risiko tinggi, Afit menghimbau agar mereka tetap tinggal di tenda Mina dengan nyaman dengan harapan tidak lagi over capacity.

"Untuk lempar jumrah silakan dibadalkan atau dieakilkan. Setelah dilaksanakan lemparan jumrah tahalul cukur rambut dan lepas pakaian ihram. Bagi yang mampu ikut lempar jumrah akan dipandu petugas. Ikut nafar awal atau tsani dengan bus yang disediakan syarikah," tambahnya.

Afit juga mengingatkan agar sebelum melempar jumrah masih terikat ihram dan muharramatnya.

"Tetap jaga aurat, jaga kesucian dan indari larangan ihram sampai nanti malam melempar jumrah Aqabah baru Tahallul cukur dan lepas pakaian ihram," pungkas Afit.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....