Sempat Terkendala, Jamaah Haji Banjarnegara Tunaikan Umrah Wajib Perdana
- 12 Mei 2025 15:57 WIB
- Purwokerto
KBRN, Banjarnegara: Minggu (11/5/2025) malam Waktu Arab Saudi, jamaah haji Indonesia asal Kabupaten Banjarnegara telah berhasil melaksanakan ibadah umroh wajib di Mekkah. Rasa haru tampak terlihat mana kala para jamaah menatap kabah untuk kali pertama. Terlebih sebelumnya mereka mengalami beberapa kendala setibanya mereka datang dari Madinah.
Salah satu petugas haji daerah Banjarnegara Afit Juliat Nurcholis menjelaskan, jamaah haji asal Banjarnegara sempat tertahan di bus dan tidak bisa masuk hotel.
"Kami sempat tertahan karena ada tiga dokumen yang berbeda. Manifest yang dibawa sopir memuat 29 nama jamaah dari Masyarik Raqeen. Manifest hotel Sofwat Shoruq tidak ada nama 29 jamaah. Petugas menscan ID card yang dari embarkasi, dengan keterangan hotel di Faris Syisa. Sementara belum satupun dari kami yang punya kartu Nusuk. Hampir dua jam, belum ada pergerakan dan kesepakatan, dokumen mana yang dipakai untuk penempatan kami," jelas Afit.
Ternyata nasib serupa juga menimpa para petugas kloter 2-3-4. Mereka tidak terdaftar namanya di hotel Makkah, ada yang tertahan di bus dan tidak boleh turun sampai 4 jam lamanya, bahkan sampai sekarang belum mendapat kamar. Ada juga yang belum bisa terangkut ke Makkah, masih tertinggal di Madinah.
"Saya ambil saja hikmahnya karena ternyata hotel tempat saya bertugas hanya berjarak 100 meter dari jamaah haji Banjarnegara sehingga saya mudah membantu para jamaah, membimbing umroh wajib perdana ini," ujar Pengasuh Ponpes Mumtaza Prapas Banjarnegara ini.
Untuk diketahui Syarikah merupakan perusahaan yang diberi izin oleh pemerintah Arab Saudi untuk menyediakan layanan dan kebutuhan jamaah haji, seperti transportasi, akomodasi, dan makanan. Jika perusahaannya berbeda, kemungkinan di Arab Saudi jamaah bisa tidak satu tempat. Penempatan jamaah haji yang tidak berdasarkan Kloter inilah yang menjadi kendala koordinasi antar jamaah dengan petugas maupun pembimbing haji.
Dilansir dari detik.com, Kementerian Agama (Kemenag) memberi penjelasan soal jamaah haji tak diinapkan berdasarkan kelompok terbang atau kloter saat berada di Makkah, Arab Saudi. Kemenag menyebut hal itu terjadi karena mengikuti sistem terkini dari Pemerintah Arab Saudi.
Direktur Layanan Haji Luar Negeri Kemenag, Muchlis Hanafi, awalnya menjelaskan idealnya jemaah dari satu kloter dilayani satu syarikah atau perusahaan layanan haji sehingga diinapkan dalam satu hotel yang sama saat di Makkah. Namun, katanya, ada sejumlah hal yang membuat rencana itu tak dapat dilakukan.
"Terkait kloter campuran ini, satu kloter terdiri dari jemaah berbagai syarikah. Kita tahun ini penyediaan layanan haji bagi jemaah kita di Arab Saudi dilakukan delapan syarikah. Idealnya satu kloter dilayani satu syarikah, one kloter one syarikah. Idealnya begitu," kata Muchlis dalam konferensi pers di Kantor Daerah Kerja (Daker) Makkah Petugas Haji Indonesia, Minggu (11/5/2025).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....