KBIH Al Wardah Siapkan Jemaah Sejak Dini

  • 15 Apr 2025 13:27 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Purwokerto: Menjelang waktu keberangkatan, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Al Wardah Banyumas terus berkomitmen membina jemaah haji secara menyeluruh. Sekretaris KBIH Al Wardah, Naufi Varchach, menyebut pembinaan sudah dilakukan secara bertahap sejak dua tahun sebelum keberangkatan.

“Mulai dari pemberangkatan tahun 2023 itu kita sudah menyiapkan terkait dengan persiapan administrasi, persiapan fisik, bahkan persiapan finansial,” ujar Naufi saat diwawancarai RRI, Selasa (15/4/2025).

Berdasarkan keterangan Naufi, persiapan administrasi telah menjadi fokus utama sejak awal. Menurutnya, persiapan yang teliti dan hati-hati sangat penting agar seluruh proses berjalan lancar.

“Jangan sampai ada data-data yang miss, misalnya KTP, KK harus sama dengan data pendukung yang lain,” katanya.

Selain administrasi, Nauvi menambahkan bahwa jemaah juga dibimbing untuk siap secara fisik dan finansial. “Bagaimana mereka menyiapkan kesehatan menjelang pemberangkatan,” ucapnya.

“Kita juga memberikan gambaran jumlah yang harus mereka persiapkan,” kata Nauvi terkait kesiapan dana.

Sebagai bagian dari pembekalan ilmu, KBIH Al Wardah juga menyelenggarakan program pra-manasik selama satu tahun. Kegiatan ini digelar secara gratis sebanyak tiga kali untuk memperkuat pemahaman jemaah tentang tata cara ibadah haji.

Meski begitu, Nauvi mengakui bahwa proses pembinaan tidak lepas dari berbagai tantangan. Salah satu tantangan terbesar adalah kondisi fisik jemaah yang mayoritas sudah lanjut usia karena lamanya masa tunggu keberangkatan.

“Kita harus paham bagaimana melayani jemaah-jemaah yang tentu lebih lambat,” ujarnya.

Ia juga menyebut kendala lain seperti keterbatasan akses informasi karena tidak semua jemaah memiliki handphone. Untuk mengatasi hal ini, pihaknya mengatasinya dengan membentuk sistem koordinasi melalui ketua regu dan ketua rombongan.

Guna memaksimalkan pembinaan, KBIH Al Wardah menggelar berbagai kelas belajar sesuai kebutuhan, seperti kelas intensif, reguler, praktik, teori, hingga kegiatan mujahadah. Hal ini dilakukan agar seluruh jemaah dapat memahami materi secara merata dan menyeluruh.

Lebih lanjut, Nauvi berpesan agar seluruh jemaah menjaga pola pikir, mental, dan hati selama menjalankan ibadah. Ia menegaskan bahwa kesehatan jiwa dan raga akan sangat mempengaruhi kelancaran dalam menjalankan ibadah haji.

“Berdoa setiap hari, jaga makan, jaga istirahat, sehingga nanti pada saat ibadah haji bisa lancar,” ujarnya. (Hani/Vinta)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....