Pesta Miras di Sampang Berujung Maut, Pria Asal Demak Tewas Dikeroyok
- 06 Apr 2026 17:06 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Cilacap : Seorang pria asal Demak berinisial AS (30) meninggal dunia usai diduga menjadi korban pengeroyokan saat pesta minuman keras di Kecamatan Sampang, Kabupaten Cilacap pada Minggu (5/4/2026) dini hari.Peristiwa memilukan ini terjadi sekitar pukul 00.30 WIB di halaman sebuah hotel tempat korban menginap bersama sejumlah rekannya dalam beberapa hari terakhir.
Kasi Humas Polresta Cilacap, Ipda Galih Secahyo mengatakan jika berdasarkan informasi yang dihimpun, malam itu korban turun dari kamar hotel dan bergabung dengan beberapa orang di area luar. Mereka kemudian mengonsumsi minuman keras bersama.
Situasi mulai memanas ketika korban, yang diduga sudah dalam pengaruh alkohol, meminta uang kepada salah satu rekannya untuk membeli rokok. Permintaan tersebut justru memicu ketersinggungan.
Cekcok pun tak terhindarkan. Adu mulut yang awalnya sepele dengan cepat berubah menjadi aksi kekerasan. Korban diduga dikeroyok oleh beberapa orang hingga mengalami luka serius.
Akibat pengeroyokan tersebut, korban mengalami luka robek di pelipis mata kanan, memar di bagian wajah, serta luka pada kedua lutut. Warga yang mengetahui kejadian itu segera membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat.
Namun nahas, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.“Korban sempat mendapatkan penanganan medis, namun nyawanya tidak tertolong akibat luka yang dialami,” ujar Ipda Galih Secahyo.
Kasus ini langsung ditangani aparat kepolisian. Dua orang terduga pelaku telah diamankan, masing-masing berinisial Z (28), warga Sampang, dan A (38), warga Kabupaten Banyumas.
Keduanya kini ditahan di Polsek Sampang guna menjalani proses hukum lebih lanjut.Petugas juga telah mengumpulkan sejumlah barang bukti, memeriksa saksi-saksi di lokasi, serta mengamankan rekaman CCTV untuk mengungkap secara jelas rangkaian peristiwa.
Sementara itu, jenazah korban dibawa ke RSUD Margono Purwokerto untuk dilakukan autopsi sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.Pihak kepolisian menyatakan proses penyidikan masih terus berjalan dan tidak menutup kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam insiden tersebut.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menghindari konsumsi minuman keras serta tidak mudah terpancing emosi yang dapat berujung pada tindak kekerasan,” kata Galih.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....