Kurator Pameran Fotografi Refleksi Dorong Fotografer Berani Bereksperimen
- 15 Sep 2026 15:05 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Foto tidak harus sempurna secara teknis untuk menyampaikan cerita kepada penikmatnya. Elemen yang dianggap kekurangan justru dapat memperkuat pesan dalam sebuah karya fotografi.
Kurator Pameran Fotografi Refleksi, Alvian Ramadhani mengatakan, penilaian karya fotografi bersifat relatif. Menurutnya, kualitas foto tidak hanya ditentukan kesesuaiannya dengan prinsip atau genre fotografi.
Fotografer juga perlu mengolah berbagai elemen visual sesuai karakter dan tujuan karyanya. Cara tersebut membuat setiap karya memiliki pendekatan dan cerita yang berbeda.
Dalam proses kurasi, Alvian menggunakan lima aspek penilaian terhadap karya fotografi. Komposisi memiliki bobot 35 persen, sedangkan point of interest atau POI sebesar 25 persen.
Kesesuaian tema memiliki bobot 20 persen dalam penilaian tersebut. Sementara kualitas teknis dan storytelling masing-masing memiliki bobot 10 persen.
Alvian menjelaskan, komposisi dan POI menjadi bagian penting dalam sebuah karya fotografi. Namun, aspek storytelling tetap diperlukan untuk melihat cerita yang disampaikan fotografer.
“Fotografer ingin menunjukkan aktivitas yang berlalu, seiring waktu berubah dan dinamis,” ujar Alvian. Menurutnya, pendekatan tersebut justru dapat membuat sebuah foto lebih bercerita.
Alvian mencontohkan penggunaan motion blur yang kerap dianggap sebagai kesalahan fotografi. Teknik tersebut dapat digunakan secara sengaja untuk menggambarkan aktivitas yang sedang berlangsung.
Selain teknik, Alvian juga memperhatikan karakter dan sudut pandang fotografer. Ia mendorong fotografer menggunakan teknik eksploratif dan eksperimental dalam menghasilkan karya.
Eksplorasi tersebut tetap perlu memperhatikan prinsip fotografi dan cerita yang ingin disampaikan. Dengan demikian, teknik tidak hanya menjadi unsur visual, tetapi mendukung pesan karya.
Pameran Fotografi Refleksi menampilkan 64 karya dengan tema waktu selama 24 jam. Tema tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai momen dari pagi, siang, sore hingga malam.
Perbedaan sudut pandang membuat setiap karya memiliki cerita dan interpretasi beragam. Alvian berharap fotografer semakin reflektif terhadap karya yang mereka hasilkan.
Ia juga mendorong fotografer berani mengeksplorasi berbagai sudut pandang dalam berkarya. Fotografer tidak perlu terpaku pada satu genre selama memahami prinsip dan mampu bercerita. (Niesela Nur Cahyani)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....