Hadir di BHW 2026: Vintage Travel Journaling, Refleksi Perjalanan di Atas Kertas

  • 14 Sep 2026 15:56 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID , Banyumas: Journaling menjadi ritual harian bagi sebagian orang untuk menjaga kewarasan sekaligus meningkatkan produktivitas. Namun, bagaimana jika kegiatan tersebut dilakukan secara kolektif?

Berangkat dari gagasan tersebut, Banjoemas History & Heritage Community (BHHC) didukung Mainful Club menggelar workshop bertajuk "Vintage Travel Journaling" dalam rangkaian Banjoemas Heritage Week (BHW), Minggu (13/9/2026).

Pemilihan vintage travel bukan tanpa alasan, melainkan untuk menyelaraskan tema utama BHW tahun ini, yakni "130 Jaar Serajoedal Stoomtram Maatschappij”, yang mengulas sejarah perkeretaapian di Banyumas Raya.

Dalam workshop ini, peserta diajak menyusun jurnal sekaligus menuangkan refleksi dari perjalanan mereka dengan menggabungkan expressive writing, scrapbook, dan junk journal.

Passport Jelajah yang merupakan produk dari BHHC. Dalam workshop, dijadikan sebagai media peserta untuk menyusun journaling (foto: dok. RRI/ Ula)

“Sebenernya masih mau nanti untuk perdana journalingnya, di Oktober. Tapi, kami dapat kesempatan bulan ini untuk berkolaborasi. Kebetulan di BHHC ada produk yang dijual, Jelajah Passport. Workshop ini semacam campaign bagaimana caranya pemanfaatan Jelajah Passport itu,” jelas Amoura Ranyana, inisiator Mainful Club sekaligus koordinator divisi acara BHW.

Sebanyak 20 peserta tampak antusias menghias halaman jurnal dan menuangkan perasaan mereka. Berbagai stiker yang telah disediakan dipilih, digunting, kemudian ditempel sesuai dengan cerita dan selera masing-masing. Tak hanya bermain visual, peserta juga merangkai kata sebagai kenangan dan harapan dari sebuah perjalanan.

Berbagai hasil journaling peserta yang memadukan unsur visual dan tulisan perjalanan masing-masing (foto: dok. Mainful Club)

“Suka nulis jurnal, tapi ya cuma polosan aja. Kalau ini kan, ada nilai estetikanya. Menarik sekali untuk pengalaman pertama buat ginian,” tutur Nanda, salah satu peserta workshop.

Hal senada diungkapkan Ruroh, peserta asli Pekalongan. Ia mengaku sudah lama menantikan adanya kegiatan journaling seperti ini di Purwokerto.

“Emang lagi nunggu ada komunitasnya di Purwokerto. Pas dapat info, langsung daftar biar nggak ketinggalan. Kebetulan beberapa kali pernah ikut agenda BHHC,” pungkas Ruroh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....