Potensi Manis Entok Jumbo: Peluang Bisnis Rumahan yang Makin Diminati

  • 29 Agt 2026 10:12 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Siapa sangka, memanfaatkan lahan pekarangan rumah di pedesaan mampu mendatangkan pundi-pundi rupiah yang menjanjikan. Hal inilah yang dibuktikan oleh pasangan suami istri Wiwit Puji Lestari dan Heri Wibowo, warga Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Berawal dari rasa iseng untuk mengisi waktu luang sekaligus menambah penghasilan keluarga, kini usaha budidaya entok yang mereka tekuni berkembang pesat hingga meraup omzet jutaan rupiah. "Awalnya iseng-iseng buat nyari tambahan penghasilan dan membantu perekonomian keluarga, biar lebih mencukupi kebutuhan sehari-hari," kata Wiwit Puji Lestari, Jum'at (28/8/2026).

Usaha rumahan ini diawali Wiwit dan Heri dengan hanya memelihara lima pasang entok jenis Jumbo dan Rambon. Berkat ketelatenan dan perawatan yang rutin, populasi entok di pekarangan belakang rumah mereka terus bertambah.

Tak hanya bertambah secara kuantitas, jenis entok yang dipelihara pun semakin beragam, mulai dari entok lokal pedaging, Entok Jumbo, hingga entok hias yang bernilai ekonomis tinggi.

Kandang yang berjarak dekat dengan area tinggal memudahkan pasangan ini untuk memantau perkembangan entok setiap harinya. Perawatan harian dilakukan secara berkala, seperti pemberian pakan dua kali sehari pada pagi dan sore hari, penggantian air minum harian, hingga menjaga kebersihan kolam tempat entok bermain.

Untuk menekan biaya operasional tanpa mengurangi kualitas nutrisi unggas, Wiwit dan Heri menerapkan strategi pakan yang berbeda sesuai dengan grade dan tujuan budidaya. Untuk jenis Entok Jumbo unggulan, pakan yang diberikan berupa konsentrat (pur) yang dicampur dengan telur dan nasi untuk menunjang pertumbuhan fisik secara optimal.

Sedangkan untuk entok pedaging lokal, keduanya memanfaatkan bahan pakan alternatif ramah kantong. Bahan tersebut diperoleh dari limbah nasi padang serta hasil kebun sekitar seperti kimpul dan daun talas yang dicincang dan direbus terlebih dahulu.

"Strategi ini terbukti ampuh menekan biaya produksi sehingga keuntungan yang didapat bisa lebih maksimal", ung.

Dalam sekali entas atau penetasan, Wiwit mampu menghasilkan rata-rata 10 ekor anakan entok (DOE).Berikut rincian harga jual entok hasil budidaya Wiwit dan Heri:

- Anakan Entok Lokal: Mulai dari Rp15.000 per ekor.

- Anakan Entok Jumbo Grade B: Dibanderol sekitar Rp30.000 per ekor.

- Anakan Entok Jumbo Grade A: Tembus hingga Rp250.000 per ekor.

- Entok Jumbo Dewasa & Entok Hias: Dijual mulai dari ratusan ribu hingga menembus jutaan rupiah per ekor, tergantung dari ukuran, kualitas fisik, serta keunikan motif bulunya.

Melihat pasar entok hias dan Entok Jumbo yang kian diminati para hobiis maupun pembudidaya lain, Wiwit dan Heri bertekad untuk terus mengembangkan kapasitas usahanya.

Bagi mereka, budidaya entok kini bukan lagi sekadar hobi sampingan, melainkan peluang bisnis menjanjikan yang terbukti menopang perekonomian keluarga.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....