Keluarga Jadi Fondasi Utama Tumbuhkan Minat Baca

  • 30 Jun 2026 08:18 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Lingkungan keluarga memegang peran krusial sebagai fondasi awal dalam membentuk kebiasaan dan kecintaan membaca pada anak. Penguatan gerakan literasi sejak dini dinilai menjadi kunci utama untuk mendongkrak skor literasi nasional yang saat ini masih berada di bawah rata-rata dunia.

Hal tersebut ditegaskan oleh akademisi sekaligus Duta Baca Jawa Tengah 2018, Novanda Alim Setya Nugraha, dalam dialog interaktif "Indonesia Cerdas" yang disiarkan oleh RRI Pro 1 Purwokerto, pada Rabu, 24 Juni 2026. Menurutnya, beberapa data internasional menyebutkan, pemahaman literasi kompleks pada anak-anak di Indonesia masih memerlukan perhatian serius dari para orang tua.

"Gerakan literasi nasional ini ada tiga elemen dasar yaitu gerakan literasi keluarga, sekolah, dan masyarakat, gerakan literasi yang menjadi fondasi utama adalah keluarga," ujar Novanda. Novanda menjelaskan bahwa salah satu metode efektif yang kini tengah digalakkan adalah reading aloud atau membaca nyaring.

Metode ini idealnya sudah bisa diterapkan oleh orang tua bahkan sejak anak masih berada di dalam kandungan melalui stimulasi suara dan dongeng, guna membangun kedekatan emosional (bonding) yang kuat. Di tengah masifnya paparan gawai (gadget) pada generasi pos-alfa saat ini, Novanda mengingatkan pentingnya batasan waktu layar (screen time) yang disepakati bersama di rumah.

Ia menekankan bahwa kehadiran fisik dan perhatian penuh dari kedua orang tua tidak dapat digantikan oleh fasilitas sekolah ataupun tempat penitipan anak (daycare) semata. "Sekuat apapun kita masukin anak di sekolah level apa pun, tetap peran ayah dan juga ibu dibutuhkan, komitmen dan juga hal yang diulang-ulang, konsistensi itu menjadi catatan yang paling penting," kata Novanda menambahkan.

Senada dengan hal tersebut, Ibu Munidah pendengar asal Purwokerto yang bertanya di sesi interaktif, turut membagikan pengalaman suksesnya dalam menerapkan pola asuh disiplin berbasis dongeng dan komunikasi intensif sejak puluhan tahun silam. Menurut Munidah, konsistensi orang tua dalam memberikan alasan logis di setiap arahan terbukti mampu membentuk karakter anak yang mandiri dan berdaya tahan kuat hingga dewasa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....