Dari Scroll ke Buku: Upaya Lawan Kecanduan Media Sosial
- 23 Apr 2026 22:35 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto: Fenomena kecanduan media sosial atau doomscrolling menjadi sorotan dalam program Academic Forum Pro 2 FM Purwokerto, Kamis (23/04/26). Generasi muda dinilai semakin sulit melepaskan diri dari ponsel, bahkan untuk aktivitas sehari-hari.
Hany Setyo Prastowo, mahasiswa HMI Hukum Unsoed Purwokerto, mengungkapkan bahwa kebiasaan mengakses media sosial secara berlebihan berdampak pada kemampuan berpikir dan pengendalian diri. Ia menambahkan, kondisi tersebut berpengaruh pada fungsi otak, khususnya dalam mengontrol kebiasaan dan fokus.
“Banyak orang merasa bersalah setelah berjam-jam scrolling, tapi tetap sulit berhenti. Ini karena otak kita terbiasa dengan dopamin instan dari media sosial,” jelasnya.
Fenomena tersebut berdampak pada generasi muda yang tidak terbiasa menghadapi aktivitas dengan konsentrasi tinggi, seperti membaca buku. Menurutnya, membaca buku justru memberikan manfaat yang lebih mendalam, mulai dari meningkatkan daya kritis hingga memperluas imajinasi.
Selain itu, membaca juga dinilai lebih menenangkan dibandingkan mengonsumsi konten digital yang serba cepat dan penuh distraksi. Pras juga menyarankan langkah sederhana untuk mengatasi kecanduan gawai, seperti menjauhkan ponsel saat sebelum tidur dan setelah bangun, serta menggantinya dengan aktivitas membaca.
Membatasi waktu penggunaan gawai serta mulai membiasakan membaca buku setiap hari dinilai dapat menjadi awal untuk membangun pola hidup yang lebih produktif. Dengan demikian, generasi muda diharapkan mampu mengelola teknologi secara bijak tanpa kehilangan kemampuan berpikir kritis dan kedalaman literasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....