Cara Aman Memulai Freediving bagi Pemula

  • 21 Apr 2026 10:08 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto: Tidak sedikit pemula yang mencoba freediving tanpa persiapan yang cukup. Padahal, olahraga menyelam tanpa alat bantu pernapasan ini memerlukan tahapan yang jelas, mulai dari kemampuan dasar di air hingga pelatihan resmi untuk menjamin keselamatan. Kondisi ini menunjukkan pentingnya pemahaman awal sebelum terjun langsung ke aktivitas tersebut.

Atlet freediving sekaligus Ketua Satria Apnea Purwokerto, Nur Rohman, menegaskan bahwa langkah awal bukan langsung menyelam, melainkan membangun kenyamanan di air. “Yang pasti nyamanin diri di permukaan, di atas air dulu. Ini based on manual book AIDA (Association Internationale pour le Développement de l'Apnée) gitu,” ujarnya dalam dialog Kita Indonesia Pro 1 RRI Purwokerto.

Ia menjelaskan pemula setidaknya perlu merasa nyaman berada di air, misalnya melalui kemampuan berenang atau snorkeling. Dalam standar pelatihan, peserta minimal mampu bergerak di air tanpa berhenti dalam jarak tertentu. “Kalau di modul AIDA bisa 300 meter tanpa fin atau snorkeling tanpa fin dan tidak berhenti artinya sudah cukup nyaman di air,” jelasnya.

Dari sisi biaya, freediving membutuhkan investasi yang bervariasi tergantung tingkat pelatihan. “Jadi trial di kolam itu sekitaran 500 – 800 ribu satu kali pertemuan. Kalau untuk yang mengambil license beginner sekitar 4 sampai 6 juta, advance 6,5 sampai 8,5 juta, sampai instruktur bisa lebih tinggi lagi,” katanya.

Nur juga menekankan pentingnya mengikuti pelatihan resmi dibandingkan belajar secara mandiri atau hanya melalui komunitas. Menurutnya keterampilan teknis dan pemahaman keselamatan tidak bisa diperoleh tanpa pelatihan terstruktur. “Skill itu hanya didapatkan satu - satunya di course, bukan di komunitas. Komunitas lebih ke main air saja,” tegasnya.

Dengan memahai tahapan, syarat, dan biaya yang diperlukan, masyarakat diharapkan dapat memulai freediving secara aman dan terarah, bukan sekadar mengikuti tren yang berkembang. Kesadaran ini penting agar aktivitas yang dilakukan tetap memberikan manfaat tanpa mengabaikan faktor risiko.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....