Risiko Tersembunyi Freediving, Waspadai Bahaya di Balik Keindahan Bawah Laut
- 20 Apr 2026 14:33 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto: Olahraga freediving atau menyelam tanpa alat bantu pernapasan semakin diminati masyarakat. Namun, di balik keindahan bawah laut, terdapat sejumlah risiko yang tidak terlihat dan kerap diabaikan, terutama oleh pemula yang hanya mengikuti tren.
Atlet freediving sekaligus Ketua Satria Apnea Purwokerto, Nur Rohman, menyebut kesalahan paling umum adalah anggapan bahwa freediving bukan olahraga berbahaya. “Kesalahan paling umum itu tidak menganggap freediving itu olahraga bahaya. Padahal sangat berbahaya, extreme sport,” ujarnya dalam dialog *Kita Indonesia Pro 1 RRI Purwokerto*.
Ia menjelaskan, salah satu risiko yang sering terjadi adalah barotrauma, yaitu cedera akibat tekanan air saat menyelam. Kondisi ini dapat menyerang bagian tubuh tertentu, terutama telinga. “Yang paling sering terjadi itu barotrauma. Gendang telinga kena tekanan, kalau enggak bisa tekniknya, bisa sampai cedera,” jelasnya.
Selain itu, risiko lain yang tidak kalah berbahaya adalah blackout atau pingsan di dalam air akibat berkurangnya oksigen. Kondisi ini dapat berakibat fatal jika tidak segera ditangani. “Kalau kita pingsan di air itu beda cerita. Paru-paru bisa langsung kemasukan air. Kalau enggak ada yang nolongin, ya sudah. Makanya tetap butuh pendamping, pendamping itu pun harus tahu procedure rescue-nya gitu” katanya.
Nur juga menegaskan pentingnya tidak melakukan freediving sendirian. Menurutnya, banyak pemula yang mencoba tanpa pendamping atau tanpa memahami prosedur keselamatan. “Di freediving itu ada semboyan ‘never freedive alone’. Jangan menyelam sendirian. Bahkan ramai-ramai pun percuma kalau enggak ada yang paham procedure rescue,” tegasnya.
Ia menambahkan, tren freediving di media sosial sering kali membuat masyarakat hanya melihat sisi keindahan tanpa memahami proses di baliknya. “Kebanyakan terinspirasi dari Instagram, lihatnya cantik-cantik menyelam di laut. Akan tetapi, enggak lihat background-nya, padahal mereka juga ambil course atau lisensi biar bisa menyelam secantik itu,” ungkapnya.
Dengan meningkatnya minat terhadap freediving, masyarakat diimbau untuk lebih memahami risiko dan tidak sekadar mengikuti tren. Pengetahuan, latihan, dan pendampingan yang tepat menjadi kunci utama agar aktivitas ini tetap aman dilakukan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....