Padel: Olahraga Hits Mirip Tenis Jadi Tren Urban

  • 31 Des 2025 13:36 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Banyumas: Jika Anda melintasi kawasan olahraga atau pusat kebugaran di Purwokerto belakangan ini, ada satu pemandangan baru yang mencolok: lapangan berukuran ringkas yang dikelilingi dinding kaca dengan suara pantulan bola yang intens. Itulah Padel, olahraga yang kini tengah mengalami booming luar biasa sepanjang tahun 2025.

Tidak perlu jauh-jauh ke Jakarta atau Bali, demam padel kini telah merambah kota Satria. Sifatnya yang lebih santai dan sangat sosial membuat padel menjadi primadona baru bagi milenial dan Gen Z, menyaingi popularitas tenis lapangan yang sudah lebih dulu eksis.

Namun, meski sekilas terlihat serupa, padel dan tenis memiliki perbedaan mendasar yang wajib diketahui :

Arena Bermain: Terbuka vs. Terkurung Kaca.

Perbedaan paling mencolok terletak pada "rumahnya". Lapangan tenis bersifat terbuka dan luas. Jika bola melewati garis batas, poin berakhir. Sebaliknya, lapangan padel berukuran lebih kecil (20x10 meter) dan dikelilingi dinding kaca. Dinding ini adalah bagian dari permainan; bola yang memantul ke kaca masih boleh dipukul kembali, mirip dengan dinamika olahraga squash.

Senjata di Tangan: Senar vs. Karbon Berlubang

Raket tenis menggunakan senar dengan gagang panjang untuk tenaga maksimal. Sementara itu, raket padel tidak memiliki senar, melainkan terbuat dari papan karbon padat yang memiliki lubang-lubang di permukaannya. Ukurannya yang lebih pendek membuat raket ini jauh lebih mudah dikendalikan oleh pemula.

Teknik Servis yang Lebih Mudah

Di lapangan tenis, servis dilakukan dengan lemparan bola tinggi ke atas kepala. Dalam padel, aturan mainnya jauh lebih santai: servis dilakukan dengan memantulkan bola ke lantai terlebih dahulu lalu dipukul di bawah tingkat pinggang. Hal inilah yang membuat reli dalam padel cenderung berlangsung lebih lama dan seru.

Stamina vs. Strategi

Tenis menuntut fisik prima karena area yang luas. Padel lebih menitikberatkan pada refleks dan strategi. Karena hampir selalu dimainkan secara ganda (2 lawan 2), komunikasi antar partner sangat krusial untuk memenangkan pertandingan di dalam "kotak kaca" tersebut.

Kini, warga Banyumas memiliki alternatif baru untuk menyalurkan hobi olahraganya. Apakah Anda ingin menaklukkan luasnya lapangan tenis dengan teknik yang presisi, atau bergabung dalam keseruan strategi di dalam dinding kaca padel yang sedang hits? Satu yang pasti, hadirnya padel di Purwokerto membuktikan bahwa kota ini semakin dinamis dalam mengadopsi tren gaya hidup sehat global. Selamat mencoba!

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....