Hal yang Wajib Diperiksa Saat Beli Mobil Bekas

  • 26 Agt 2025 08:13 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Purwokerto : Mobil bekas masih menjadi pilihan favorit banyak konsumen di Indonesia yang ingin memiliki kendaraan pribadi dengan harga yang lebih terjangkau. Harga yang lebih murah dibandingkan mobil baru, serta pilihan model yang beragam, membuat pasar mobil bekas terus berkembang setiap tahunnya. Namun, di balik harga yang lebih murah, calon pembeli perlu lebih jeli agar tidak tertipu atau menyesal di kemudian hari.

Konsumen yang kurang teliti bisa saja mendapatkan mobil dengan kondisi buruk, surat-surat tidak lengkap, atau bahkan mobil yang pernah mengalami kecelakaan berat maupun terendam banjir. Oleh karena itu, konsumen harus memiliki pengetahuan dan kehati-hatian ekstra sebelum melakukan pembelian mobil bekas.

Berikut ini adalah sepuluh hal penting yang perlu diperhatikan sebelum membeli mobil bekas:

1. Cek Kondisi Fisik Mobil

Mulailah dari pemeriksaan eksterior kendaraan. Perhatikan apakah ada bekas goresan, cat yang tidak merata, atau bodi yang sudah mengalami perbaikan. Penyok kecil atau bekas dempul bisa menjadi tanda mobil pernah mengalami insiden. Selain itu, cek juga bagian bawah mobil untuk melihat apakah ada karat atau kerusakan pada sasis.

2. Periksa Interior dan Fitur

Lanjutkan ke bagian dalam. Pastikan semua tombol, AC, sistem audio, dan panel kontrol berfungsi dengan baik. Jok yang robek atau dashboard yang retak bisa menjadi pertanda mobil tidak dirawat dengan baik.

3. Test Drive

Jangan pernah membeli mobil tanpa mencobanya terlebih dahulu. Saat test drive, perhatikan kenyamanan berkendara, suara mesin, akselerasi, respons rem, serta perpindahan gigi (untuk transmisi manual maupun otomatis). Getaran tidak normal atau suara mencurigakan harus menjadi alarm peringatan.

4. Cek Mesin

Kondisi mesin adalah jantung dari mobil. Buka kap mesin dan lihat apakah ada kebocoran oli, kabel terbakar, atau bagian yang berkarat. Mesin yang sehat biasanya saat dinyalakan bisa menyala dengan mulus dan tidak mengeluarkan suara berisik.

5. Lakukan Pemeriksaan di Bengkel Terpercaya

Jika memungkinkan, bawa mobil ke bengkel terpercaya untuk pengecekan menyeluruh (general check-up). Beberapa bengkel bahkan menyediakan jasa scan komputer untuk mengetahui apakah ada kerusakan tersembunyi pada sistem elektronik kendaraan.

6. Periksa Dokumen Kendaraan

Pastikan STNK dan BPKB asli, bukan duplikat atau hasil rekondisi. Cocokkan nomor rangka dan nomor mesin dengan yang tertera di dokumen. Jika data tidak sesuai, bisa jadi kendaraan tersebut bermasalah secara hukum.

7. Cek Riwayat Servis dan Pemakaian

Tanyakan apakah mobil pernah diservis rutin di bengkel resmi. Buku servis atau bukti perawatan rutin bisa memberikan gambaran kondisi mobil dan bagaimana pemilik sebelumnya merawat kendaraan.

8. Pastikan Mobil Bukan Bekas Banjir atau Kecelakaan

Mobil bekas banjir umumnya memiliki bau apek, karat di bagian tersembunyi, serta kelistrikan yang tidak stabil. Sementara mobil bekas kecelakaan berat bisa mengalami kerusakan struktural yang membahayakan saat dikendarai.

9. Lakukan Pengecekan Legalitas

Untuk menghindari pembelian mobil hasil kejahatan, konsumen bisa mengecek status kendaraan melalui Samsat atau aplikasi resmi dari pihak kepolisian untuk mengetahui apakah mobil tersebut masuk dalam daftar hitam.

10. Beli dari Penjual Terpercaya

Baik membeli dari individu maupun dealer, pastikan reputasinya baik. Hindari transaksi tanpa kuitansi atau tanda bukti pembayaran yang sah. Konsumen juga disarankan untuk membuat perjanjian tertulis saat melakukan pembelian.

Selain memperhatikan sepuluh poin di atas, pembeli juga disarankan untuk memperhitungkan biaya tambahan setelah pembelian, seperti balik nama, pajak tahunan, hingga perbaikan kecil yang mungkin harus segera dilakukan.Membeli mobil bekas memang bisa menjadi solusi cerdas bagi masyarakat yang ingin hemat, namun keputusan ini tetap harus diambil dengan penuh pertimbangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....