Fenomena Sandwich Generation, Hadapi Burnout dan Tekanan Hidup

  • 13 Jun 2025 08:56 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Purwokerto: Fenomena “manusia tikus” kini menjadi sorotan di kalangan Generasi Z, sebutan bagi mereka yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012. Istilah ini menggambarkan individu yang terjebak dalam rutinitas monoton dan berlebihan, mirip dengan tikus yang terus berlari dalam roda tanpa henti.

Dalam konteks Gen Z, ini mencerminkan gaya hidup yang dipenuhi tekanan tinggi, multitasking berlebihan, dan standar kesuksesan yang tidak realistis. Sebuah studi oleh Cigna International Health pada 2024 mengungkapkan bahwa 97% Gen Z berusia 18–24 tahun merasa kelelahan, dan 86% mengalami stres.

Faktor penyebabnya antara lain beban pekerjaan atau studi yang berat, ekspektasi tinggi dari media sosial, dan kurangnya keseimbangan antara kehidupan pribadi dan profesional. Fenomena ini juga dikenal sebagai “Sandwich Generation”, di mana Gen Z merasa terjepit antara tanggung jawab terhadap orang tua dan kebutuhan untuk membangun masa depan sendiri.

Tekanan finansial dan emosional yang muncul dari situasi ini semakin memperburuk kondisi mental mereka. Untuk mengatasi burnout, para ahli menyarankan beberapa langkah, seperti menetapkan batasan sehat antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, mencari dukungan sosial dari teman atau keluarga, serta mengelola stres melalui teknik relaksasi seperti meditasi atau olahraga.

Penting juga untuk meningkatkan literasi digital agar dapat memilah informasi yang relevan dan valid, serta menghindari informasi palsu yang beredar di media sosial. Dengan kesadaran yang lebih tinggi terhadap pentingnya kesehatan mental, diharapkan Gen Z dapat mengelola tekanan hidup dengan bijak dan menjaga keseimbangan dalam kehidupan mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....