Kebangkrutan Spiritual, Ingatkan Orientasi Hidup Jangka Panjang
- 30 Apr 2025 08:02 WIB
- Purwokerto
KBRN, Purwokerto: Dialog religi pagi (29/04/2025) mengangkat tema krusial mengenai Kebangkrutan Spiritual (03) di tengah kesibukan duniawi. Ustadz Dr. Prof. KH. M. Ridwan, M.Ag., dalam penyampaiannya menekankan pentingnya membangun orientasi kehidupan jangka panjang yang melampaui batas-batas dunia yang fana.
"Kita perlu membangun orientasi kehidupan jangka panjang. Jangan sibuk berpikir selama di dunia ini saja, karena dunia ini sering disebut dengan alam fana," kata Ustadz Ridwan.
Beliau menjelaskan bahwa kefanaan dunia berarti kehancuran dan kerusakan pasti akan menghampirinya, termasuk batasan waktu bagi kehidupan di dalamnya. Lebih lanjut, Ustadz Ridwan mengingatkan bahwa kehidupan akhirat akan ditentukan oleh "prestasi" selama berada di dunia.
"Kehidupan yang kedua, yaitu kehidupan akhirat, akan sangat ditentukan oleh prestasi ketika kita hidup di kehidupan yang pertama, alam dunia," tambahnya.
Dalam konteks ini, Allah Subhanahu wa ta'ala mengingatkan umatnya untuk berlomba-lomba dalam kebaikan atau yang disebut dengan yaul khairat. Kebaikan ini mencakup berbagai bentuk peribadatan, baik yang bersifat individual (hablum minallah) maupun sosial (hablum minannas).
Ustadz Ridwan mencontohkan ibadah individual seperti salat dan puasa, serta ibadah sosial yang memberikan manfaat bagi sesama.
Mengutip ajaran Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, Ustadz Ridwan menyampaikan anjuran untuk menjadi manusia terbaik di hadapan orang lain, yang kehadirannya memberikan manfaat.
"Khairunnas anfa'uhum linnas, sebaik-baik manusia adalah yang memberikan banyak manfaat," katanya.
Semakin besar manfaat yang diberikan kepada banyak orang, semakin penting dan dibutuhkanlah keberadaan seseorang. Di akhir penyampaiannya, Ustadz Ridwan mengajak seluruh umat Muslim untuk membangun pandangan hidup yang seimbang, meraih kesuksesan dan kebahagiaan tidak hanya di dunia, tetapi juga di akhirat.
"Itulah sebabnya kita semuanya pada umumnya lalu berdoa di setiap waktu, khususnya di waktu-waktu setelah salat, untuk bermohon kepada Allah," katanya, mengingatkan akan pentingnya doa sebagai penuntun dan penguat dalam meraih orientasi hidup jangka panjang yang hakiki.
Dialog religi pagi ini diharapkan dapat menjadi renungan mendalam bagi setiap individu untuk tidak hanya fokus pada gemerlap duniawi, namun juga mempersiapkan bekal untuk kehidupan yang abadi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....