Waspada Microsleep Saat Perjalanan

  • 30 Apr 2025 07:20 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Purwokerto: Keselamatan berkendara menjadi prioritas utama, terutama saat melakukan perjalanan jauh. Salah satu ancaman yang seringkali tersembunyi adalah microsleep, yaitu tertidur sekejap tanpa disadari.

Kondisi ini sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Lantas, bagaimana cara efektif mencegah microsleep saat dalam perjalanan?

Studi dalam jurnal "Transportation Research Part F: Traffic Psychology and Behaviour" secara konsisten menyoroti pentingnya manajemen kelelahan bagi pengemudi untuk mencegah terjadinya microsleep. Berikut adalah beberapa tips pencegahan microsleep saat perjalanan yang bisa dilakukan :

1. Prioritaskan Tidur Malam yang Cukup Sebelum Berangkat

Penelitian dari Sleep Research Society menekankan bahwa durasi tidur yang optimal, yaitu sekitar 7-9 jam untuk orang dewasa, sangat penting untuk menjaga kewaspadaan selama perjalanan. Jangan pernah memulai perjalanan dalam kondisi kurang tidur.

2. Kenali Tanda-Tanda Awal Kelelahan

Ilmu psikologi perilaku mengajarkan pentingnya self-awareness. Jangan abaikan rasa mengantuk, mata terasa berat, sering menguap, atau kesulitan fokus. Jika tanda-tanda ini muncul, segera cari tempat aman untuk beristirahat.

3. Manfaatkan Strategi Power Nap dan Kafein Secara Tepat

Studi dalam "Journal of Applied Psychology" menunjukkan bahwa power nap singkat (15-20 menit) dapat meningkatkan kewaspadaan secara signifikan. Kombinasikan dengan secangkir kopi atau teh sebelum nap untuk efek yang lebih optimal setelah bangun. Efek kafein biasanya terasa setelah 20-30 menit.

4. Rencanakan Perjalanan dengan Istirahat Terjadwal

Penelitian keselamatan transportasi merekomendasikan untuk beristirahat setidaknya setiap 2-3 jam perjalanan. Gunakan waktu istirahat untuk meregangkan badan, berjalan-jalan sebentar, dan menyegarkan diri.

5. Ciptakan Lingkungan Berkendara yang Nyaman

Pastikan suhu di dalam mobil tidak terlalu panas dan sirkulasi udara berjalan baik. Lingkungan yang nyaman dapat membantu menjaga tingkat kewaspadaan pengemudi.

6. Hindari Berkendara di Jam-Jam Rawan Mengantuk

Penelitian tentang ritme sirkadian menunjukkan bahwa rasa kantuk cenderung meningkat pada dini hari (sekitar pukul 01.00-04.00) dan siang hari setelah makan (sekitar pukul 13.00-16.00). Sebisa mungkin hindari berkendara pada jam-jam ini, atau berikan perhatian ekstra jika terpaksa.

7. Ajak Teman atau Keluarga untuk Bergantian Mengemudi

Jika memungkinkan, berbagi tugas mengemudi dapat mengurangi risiko kelelahan dan microsleep.

Keselamatan adalah tanggung jawab kita bersama. Dengan memahami risiko microsleep dan menerapkan langkah-langkah pencegahan berdasarkan penelitian, kita dapat menciptakan perjalanan yang lebih aman dan nyaman bagi diri sendiri dan orang lain.

Ingat, lebih baik terlambat daripada tidak sampai. Utamakan istirahat jika merasa lelah saat berkendara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....