Hetero Fest 2026 Jadi Ruang Anak Muda Menikmati Budaya Banyumas
- 03 Okt 2026 19:09 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto – Hetero Fest 2026 menjadi salah satu ruang bagi masyarakat untuk menikmati beragam kegiatan, termasuk pertunjukan seni dan budaya Banyumas. Kehadiran anak muda dalam festival tersebut turut menunjukkan bahwa budaya lokal masih mendapat perhatian dari generasi muda.
Hal itu dirasakan oleh Chinta Azhra Tiara Nandini Zakty atau yang akrab dipanggil Chinta, salah satu pengunjug Hetero Fest 2026 asal Banyumas. Chinta datang bersama teman kuliahnya, Dhini. Ia mengetahui informasi mengenai Hetero Fest melalui akun Instagram Info Purwokerto. Chinta mengaku tertarik datang karena adanya pertunjukan Sendratari Jagabayan yang sebelumnya pernah ia saksikan. Pengalaman tersebut membuatnya kembali tertarik untuk menyaksikan pertunjukan yang sama di Hetero Fest 2026.
“Yang membuat aku tertarik datang ke Hetero Fest ini, jujur karena ada Sendratari Jagabayan. Sebelumnya aku sudah pernah melihatnya di acara lain dan aku benar-benar takjub, keren banget. Jadi pas tahu mereka tampil lagi di sini, aku mau nonton lagi,” ungkap Chinta saat ditemui RRI, Sabtu (3/10/2026).
Selain karena ketertarikannya terhadap pertunjukkan seni, kedatangannya ke Hetero Fest 2026 juga berkaitan dengan tugas kuliah yang sedang dijalani. Namun, dari rangkaian acara yang tersedia, pertunjukan Sendratari Jagabayn tetap menjadi acara yang paling ingin ia saksikan.
Hetero Fest 2026 juga dinilai cukup efektif untuk membantu memperkenalkan pertunjukan tradisional kepada kalangan anak muda. Hal tersebut didukung oleh pendapat Chinta yang juga melihat banyaknya anak muda yang hadir dan ikut menikmati rangkaian kegiatan yang diselenggarakan.
Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa upaya menghadirkan festival yang menyasar generasi muda telah terlihat dari karakter pengunjung dari berbagai kelompok usia, Chinta melihat anak muda menjadi kelompok yang cukup dominan.
“Ramai banget dan banyak banget anak muda di sini. Seperti yang disampaikan oleh penyelenggara, acara ini memang ingin menyasar anak muda, dan menurut aku itu sudah terealisasi,” kata Chinta.
Kehadiran anak muda tersebut juga menjadi hal yang menarik bagi Chinta. Baginya, banyaknya generasi muda yang datang dan menikmati kegiatan budaya menunjukkan bahwa kebudayaan Banyumas masih memiliki tempat tempat di kalangan generasi muda.
Ia menilai suasana tersebut menjadi sesuatu yang menyenangkan untuk dilihat, terutama ketika budaya lokal dapat dinikmati oleh masyarakat dari berbagai kelompok usia.
“Seru aja ngeliat kebudayaan Banyumas masih banyak diminati oleh anak muda.,” tambahnya.
Setelah menyaksikan langsung Sendratari Jagabayan. Chinta menilai pertunjukan tersebut sesuai dengan ekspektasinya. Ia menyoroti ekspresi dan gerakan tari yang menurutnya mampu membawa penonton ikut merasakan suasana pertunjukan.
Menurut Chinta, pertunjukkan tersebut tidak hanya menarik dari sisi tariannya, tetapi juga mampu membangun suasana emosional bagi penonton. Ia bahkan melihat penonton di sekitarnya ikut terbawa suasana selama pertunjukkan berlangsung.
“Sendratari Jagabayan itu benar-benar bagus. Ekspresi dan tariannya sangat emosional dan profesional. Penonton di sekitar aku juga ikut terbawa suasana. Jadi seru sekali dan sesuai ekspektasi,” ungkapnya.
Selain pertunjukan seni, Chinta juga melihat keberagaman kegiatan sebagai salah satu hal yang membedakan Hetero Fest dari acara lain yang pernah ia datangi. Menurutnya, rangkaian kegiatan Hetero Fest yang digelar sejak tanggal 2 hingga 4 Oktober ini memiliki berbagai pilihan kegiatan yang dapat diikuti oleh para pengunjung. Adapun kegiatan tersebut antara lain, workshop, pertunjukan Sendratari Jagabayan, hingga hadirnya beberapa tenant UMKM yang turut meramaikan festival.
“Di sini rangkaian acaranya benar-benar terstruktur dari hari Jumat sampai Minggu. Ada workshop, penampilan Sendratari Jagabayan, dan banyak tenant juga. Datak ke Hetero Fest itu terasa lengkap, kita bisa tinggal pilih suka apa, semua ada di sini,” jelas Chinta.
Keberagaman kegiatan tersebut membuat pengunjung memiliki pilihan untuk menentukan acara yamg ingin diikuti sesuai dengan ketertarikan masing-masing.
Chinta berharap Hetero Fest dapat terus diselenggarakan pada tahun-tahun berikutnya. Ia menilai keberadaan festival seperti Hetero Fest dapat membantu upaya pelesterian kebudayaan Banyumas sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk mengenal dan menikmati budaya lokal.
Ia juga mengapresiasi masih banyaknya anak muda yang menunjukkan kepudilian terhadap kebudayaan daerah. Menurutnya, penting agar budaya Banyumas tetap dikenal dan dinikmati oleh masyarakat. Chinta berharap Hetero Fest dapat terus berjalan sekaligus mempertahankan perannya dalam menghadirkan kebudayaan Banyumas kepada masyarakat. (Tiara Chelsea)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....