Synchronize Fest 2026 Umumkan Full Lineup, Hadirkan Kolaborasi dan Reuni Musisi
- 16 Sep 2026 07:13 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto — Akhirnya ajang Synchronize Fest 2026 mengumumkan seluruh daftar penampil yang akan mengisi festival musik tersebut pada 16 hingga 18 Oktober 2026 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta. Memasuki penyelenggaraan ke-11, Synchronize Fest kembali mengusung tema “It's Not Just a Festival, It's a Movement”. Tema tersebut menjadi upaya untuk menghidupkan kembali semangat awal festival sekaligus membuka ruang bagi beragam suara dan ekosistem musik Indonesia.
Mengutip rilis media yang diterima RRI dari Communication Director Synchronize Fest, Aldila Karina, sejumlah penampilan khusus akan menjadi bagian dari Synchronize Fest 2026. Di antaranya Konser Musikal Senja Teduh Pelita yang menghadirkan Maliq & D'essentials bersama Jakarta Movin, Perunggu yang membawakan album Dalam Dinamika, serta pertunjukan khusus Project Pop dalam rangka 30 tahun perjalanan mereka.
Festival ini juga menghadirkan pertunjukan The Best of 80's Indonesian Pop Kreatif yang melibatkan sejumlah musisi, di antaranya Ardhito Pramono, Isyana Sarasvati, Teddy Adhitya, Teza Sumendra, Agatha Pricilla, Ify Alyssa, dan Sivia, dengan musik oleh Nikita Dompas.
Masih menurut rilis, Synchronize Fest 2026 juga menjadi ruang bagi sejumlah musisi untuk kembali tampil bersama setelah lama tidak berada dalam satu panggung. Grup musik asal Pekanbaru, Geisha, akan tampil dalam pertunjukan bertajuk Geisha “A Retrospective Journey”. Penampilan tersebut mempertemukan sejumlah personel dari perjalanan Geisha, yakni Momo, Roby, Aan, Dhan, Nard, dan Regina.
Sementara itu, grup musik asal Medan, Pijar, juga akan kembali berkumpul dan tampil untuk pertama kalinya di Synchronize Fest. Pijar akan tampil dengan J. Alfredo, Ican Pane, dan Aul Daytona.
Momen reuni juga hadir melalui pertunjukan Indonesian Girl Group, yang mempertemukan sejumlah nama dari era 2000-an, seperti Chibi Chibi, G String, Princesstale, Super Girlies, dan 7icons, bersama Agatha Pricilla, Febby Rastanty, Ify Alyssa, dan Sivia dengan musik oleh Jebung. Veteran musik independen Ibu Kota, C’mon Lennon, juga dijadwalkan kembali berkumpul dan tampil di Synchronize Fest 2026.
Selain menghadirkan musisi dari berbagai generasi, Synchronize Fest 2026 memperluas pendekatan kuratorial dengan menggandeng empat entitas dari ekosistem musik Indonesia. Empat entitas tersebut masing-masing akan mengisi ruang pertunjukan dengan karakter musik yang berbeda.
Gigs Stage dikurasi oleh Krapela, yang membawa spektrum musik bawah tanah dan berbagai subgenre. Sejumlah nama yang dijadwalkan tampil antara lain Alice, Aryo Adhianto, Baur, Coldskin, Dirty Dogs Aggression, Jo Soegono, Mad Madmen, Masakre, Passive Income, Patras, Peron, Rantau, Remuk, dan Sunne.
Sementara Oleng Upuk dikurasi oleh LaMunai Records, label independen yang berfokus pada pengarsipan, pelestarian, serta perilisan kembali karya musik klasik Indonesia. Panggung tersebut akan membawa pergerakan kolektif dansa bawah tanah dan musik elektronik. Salah satu penampilan khusus yang dijadwalkan adalah Dipha Barus: Pop Samping.
Selanjutnya, Panggung Getarrr masih dikurasi kolektif Kobra Musik yang membawa semangat musik orkes dari berbagai daerah. Tahun ini, eksplorasi musik tersebut diperluas melalui penggunaan unsur gendang dalam berbagai bentuk musik.
Adapun ruang keempat adalah RedWhite Jazz Lounge, yang dikurasi oleh musisi jazz Indonesia Indra Lesmana. Ruang ini menghadirkan nuansa jam session, live session, DJ set, talkshow, dan games, dengan sejumlah penampil seperti Gerald Situmorang, Linlefingers, Song Brothers, EQ Puradiredja, Kenny Gabriel, LLW, Greybox, Bergas, dan Teza Sumendra.
Masih menurut rilis yang sama, selain pertunjukan khusus dan kolaborasi, sejumlah musisi populer juga akan mengisi panggung Synchronize Fest 2026. Di antaranya Afgan, Efek Rumah Kaca, For Revenge, Monkey To Millionaire, Potret, Rumahsakit, Sal Priadi, The Changcuters, The Jansen, The Panturas, The Upstairs, Ayu Ting Ting, Bernadya, Hindia, .Feast, Rizky Febian & Mahalini, Souljah, Wali, Duo Maia, Endank Soekamti, The Adams, J-Rocks, Nadhif Basalamah, dan Vierratale.
Pihak Synchronize Fest menyebut festival ini tidak hanya ditujukan sebagai perayaan musik tahunan, tetapi juga sebagai ruang pertemuan bagi komunitas, kolektif, label, musisi, pelaku kreatif, dan penonton untuk bertukar energi serta menciptakan pengalaman bersama.
Synchronize Fest merupakan festival musik multi-genre tahunan berskala nasional yang menghadirkan puluhan ribu penonton dan sekitar 100 pertunjukan dari musisi lintas generasi, mulai dekade 1960-an hingga 2000-an. Pada 2026, Synchronize Fest memasuki penyelenggaraan ke-11 dan akan berlangsung selama tiga hari, 16 hingga 18 Oktober 2026, di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....