Tim Film Operasi Pesta Copet Sambangi Purwokerto, Tiket Jumpa Pemain Ludes
- 28 Agt 2026 07:17 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas — Antusiasme warga Purwokerto menyambut kedatangan tim produksi dan pemain film Operasi Pesta Copet terlihat tinggi. Jumpa temu dan sesi tanda tangan yang digelar di Rajawali Cinema Purwokerto, Kamis (27/8/2026), mendapat sambutan besar dari penggemar.
Tiket untuk bertemu langsung dengan para pemain bahkan habis terjual kurang dari 30 menit sejak diumumkan. Kehadiran kegiatan tersebut menjadi momen istimewa bagi penggemar di Purwokerto karena agenda serupa relatif jarang digelar di kota tersebut.
Salah seorang penggemar, Maylisha, mengaku sengaja datang setelah merantau dan menggunakan tabungannya sendiri untuk menghadiri acara tersebut. Ia mengaku telah mengikuti perjalanan Iqbaal sejak 2011 dan baru kali ini berkesempatan bertemu langsung.
"Ini pertama kali saya bisa bertemu langsung. Selama ini selalu dilarang orang tua, dan sekarang saya merantau jadi bisa datang sendiri," ungkap Maylisha.
Menurutnya, kehadiran kegiatan promosi film dan pertemuan dengan pemain di Purwokerto memberikan dampak positif karena turut memperkenalkan kota tersebut kepada masyarakat yang lebih luas. Ia juga telah mengikuti perkembangan Operasi Pesta Copet sejak proses produksinya.
Produser Operasi Pesta Copet, Dipa Andika, mengatakan Purwokerto dipilih sebagai salah satu kota tujuan untuk melihat langsung antusiasme penonton di daerah. Respons masyarakat yang tinggi membuat pihaknya semakin optimistis terhadap penerimaan film tersebut.
"Kami sengaja memilih Purwokerto karena ingin berkeliling Jawa dan melihat langsung antusiasme penonton di daerah. Ternyata responsnya luar biasa, tiket sold out dalam waktu sangat singkat," ujar Dipa Andika.
Ia menjelaskan, ide cerita film tersebut berawal dari pengalaman Edi Khemod, drummer grup musik Seringai. Cerita bermula dari pengalaman adanya seseorang yang datang ke konser dengan mengenakan pakaian seperti penonton, mengetahui daftar lagu yang dibawakan, tetapi memiliki niat mencuri. Pengalaman tersebut kemudian dikembangkan menjadi cerita film.
Proses pengambilan gambar dilakukan secara langsung saat festival Pestapora 2025. Menurut Dipa, tantangan terbesar adalah seluruh adegan harus dipersiapkan secara matang karena pengambilan gambar di lokasi dan waktu tersebut tidak memungkinkan untuk diulang.
Selain film, tim produksi juga merilis lagu berjudul Kita Melawan Dunia. Lagu tersebut mengangkat tema persahabatan dan semangat menghadapi berbagai persoalan kehidupan, termasuk kondisi ekonomi yang sulit.
"Kami berharap film ini dapat diterima seluruh masyarakat dan penayangannya pun ludes terjual di mana saja," tambah Dipa.
Tingginya antusiasme warga dalam kegiatan tersebut menunjukkan besarnya potensi penonton di daerah sekaligus menjadi peluang bagi industri perfilman nasional untuk semakin dekat dengan masyarakat di luar kota-kota besar. (Zahra Nurul Fitria)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....