“Lagu Rindu untuk Kamu, Rindu Tak Selalu Minta Balasan, Kadang Ia Hanya Ingin Didengar."

  • 27 Jul 2026 07:53 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Ada cinta yang sebenarnya telah selesai di realita, tapi ia menolak untuk pergi dari ingatan. Di "Lagu Rindu Untuk Kamu", September Band tidak sedang menawarkan kisah patah hati yang dramatis. Lagu ini justru memilih berdamai dengan kehilangan, ketika rasa cinta, kasih, dan sayang kepada seseorang masih utuh, meski tak lagi bisa dimilikinya. Yang tersisa hanyalah keyakinan bahwa keajaiban mungkin masih punya cara tersendiri, untuk mempertemukan dua hati yang pernah saling menemukan. "Buat gua, lagu ini bukan tentang gagal move on. Ini tentang perasaan yang tetap hidup, meski waktunya sudah lewat," ujar Ipoet.

Secara musikalitas, September Band membungkus rangkaian lirik bait demi baitnya, ke dalam sebuah warna pop romantic yang hangat dan bersahabat. Pilihan sound yang ringan, melodi yang mudah melekat, serta lirik yang lugas, membuat emosi lagu mengalir tanpa terasa dipaksakan. "Lagu Rindu Untuk Kamu" tidak berusaha terdengar megah. Ia hanya ingin jujur, dan justru di situlah lagu ini menemukan kekuatannya.

SEPTEMBER Band bukan nama baru dalam lanskap musik pop Indonesia. Bobby dan Ipoet sudah berjalan bersama sejak 2007, ketika September masih diperkuat formasi yang lebih lengkap. Dalam rentang empat tahun, mereka sempat merilis dua album pop dan satu album religi sebelum akhirnya aktivitas band perlahan berhenti pada 2011. Delapan tahun kemudian, keduanya kembali bertemu di titik yang sama, masih dengan keinginan untuk terus membuat musik. Keinginan itu melahirkan AETHER Band pada 2019. "Awalnya gua pengen aktifin lagi September, cuma dari semua personel yang diajak, cuma Bobby yang masih punya visi dan misi yang sama," kata Ipoet, mengenang awal perjalanan mereka kembali ke industry musik.

AETHER kemudian menjadi ruang baru untuk melanjutkan proses kreatif yang pernah mereka bangun bersama. Sejak 2019, Bobby dan Ipoet mulai menulis, merekam, dan merilis karya dengan pendekatan yang lebih dekat dengan lanskap musik pop hari ini. Enam lagu berhasil dirangkum dalam sebuah EP yang dirilis bertahap sepanjang 2023 hingga 2025. Di tengah perjalanan itu, keduanya merasa ada cerita yang memang layak kembali disampaikan lewat nama yang pernah mereka tinggalkan. September pun kembali hadir, membawa EP baru yang juga akan dirilis secara bertahap. "Lagu Rindu Untuk Kamu" menjadi pintu pembuka dari babak tersebut.

Di AETHER maupun September, Bobby dan Ipoet tidak berusaha mengulang apa yang pernah mereka buat belasan tahun lalu. Musik mereka bergerak mengikuti pengalaman dan waktu. Aransemen pop yang hangat dipadukan dengan pilihan sound yang terasa akrab di telinga, sementara lirik-liriknya memilih berbicara secara langsung tanpa banyak metafora. Pengalaman Bobby menggarap musik untuk iklan, sinetron, hingga film ikut memberi perspektif baru terhadap cara mereka membangun suasana dalam setiap lagu. "Dari pengalaman gua yang sering membuat musik untuk backsound iklan, sinetron ataupun film, itu justru jadi nilai tambah dalam membentuk warna musik AETHER," ujar Bobby.

Alih-alih menetap dalam satu formula, Bobby dan Ipoet memilih membiarkan setiap lagu menemukan karakternya sendiri. Ada benang merah yang tetap menghubungkan seluruh karya mereka, tetapi setiap rilisan memiliki warna yang berbeda sesuai cerita yang ingin disampaikan. Ruang eksplorasi itu menjadi sesuatu yang mereka syukuri selama proses berkarya. "Kita diberikan keleluasaan oleh produser untuk mengeksplor lebih jauh kemampuan dan imajinasi bermusik. Tapi semua tetap dikerjakan dengan cermat," tutur Ipoet. Barangkali, di titik itulah September hari ini berdiri, bukan untuk mengulang masa lalu, melainkan melanjutkan perjuangan yang sempat terhenti.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....