Orkestri Rilis "Adarusa", Proyek Instrumental Trio dari Personil thedyingsirens

  • 24 Jul 2026 16:00 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Trio instrumental Orkestri resmi melepas single perdana mereka yang berjudul "Adarusa" pada 15 Juli 2026 yang lalu. Grup ini merupakan side project dari tiga personil band thedyingsirens, yaitu Pronky Karamoy (Bass), Dhendy Mawardi (Guitars), dan Pugar Restu Julian (Drums). Lewat Orkestri, ketiganya bereksperimen di wilayah musik instrumental tanpa vokal. Fokus utama mereka ada di racikan melodi yang kuat, interaksi antar instrumen, dan energi straight rock yang antemik.

Mengutip rilis media yang RRI terima, dijelaskan bahwa nama "Adarusa" sendiri diambil dari kosakata bahasa Indonesia yang artinya orang yang meminjam sesuatu tapi tidak punya niat untuk mengembalikan. Bagi Orkestri, kata ini jadi metafora yang pas buat lagu mereka: sebuah trek yang datang "meminjam" perhatian dan ruang dengar, lalu melodinya menempel terus di kepala sampai susah hilang. Konsep ini makin lengkap dengan artwork sampulnya yang menampilkan ilustrasi surealis totem berkepala rusa, semacam pelesetan visual dari judul lagunya.

Masih mengutip rilis tersebut, secara musikal, Orkestri menyerap palet warna yang sangat luas dari skena musik instrumental dunia. Mereka memadukan estetika post rock megah ala Explosions in the Sky, Mogwai, dan This Will Destroy You, eksplorasi ritmik dan eksperimental dari Toe serta Tortoise, ketebalan suara post metal ala Pelican, hingga sentuhan groove psikadelik yang santai dari Khruangbin.

Uniknya, dari percampuran berbagai referensi kompleks tersebut, pendekatan Orkestri justru dieksekusi menjadi sebuah karya instrumental rock yang lugas, langsung, dan mudah dicerna. Formasi dasarnya memang murni trio drum, bass, dan gitar, tapi kehadiran instrumen keys di lagu ini sukses memberi layer tambahan yang bikin suasananya makin megah dari awal sampai akhir lagu.

Supaya energi permainannya terasa jujur dan organik, proses rekaman instrumen utama "Adarusa" dilakukan secara live recording di Rotes Studio, Jakarta, dan ditangani langsung oleh Leonardo Ringo. Sementara itu, sesi rekaman tambahan untuk keys dikerjakan di Sampak Tiring Mini Labs oleh Pugar Restu Julian, dan rekaman tambahan gitar dieksekusi oleh Dhendy Mawardi di LARK Studio.

Untuk urusan tata suara, proses mixing dipercayakan kepada Yuka Narendra, kemudian proses mastering dikerjakani oleh Pugar Restu Julian.

"Kami bikin proyek ini biar bisa lepas mainin energi rock yang jujur tanpa beban. Format trio instrumental ngasih kita kebebasan buat bikin anthem lewat instrumen aja. Makanya kita rekam secara live supaya dinamika dan napas pas kita ngejam bertiga tetap berasa utuh," cerita mereka soal proses kreatif lagu ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....