Instagram Bukan Sekadar Media Sosial, tetapi Ruang Remaja Membangun Jati Diri
- 30 Jun 2026 12:10 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Di era digital, Instagram telah berkembang jauh melampaui fungsi awalnya sebagai aplikasi berbagi foto dan video. Bagi sebagian besar remaja, platform ini menjadi ruang untuk mencari informasi, menyalurkan kreativitas, membangun identitas diri, hingga menjalin hubungan sosial.
Teori Uses and Gratifications yang diperkenalkan oleh Elihu Katz, Jay G. Blumler, dan Michael Gurevitch, menjelaskan bahwa pengguna media bukanlah penerima informasi yang pasif, melainkan individu yang secara sadar memilih media tertentu untuk memenuhi berbagai kebutuhan psikologis maupun sosial.
Melalui pendekatan tersebut, peneliti menemukan bahwa Instagram mampu memenuhi lima kebutuhan utama remaja:
- Kebutuhan Informasi
Yang pertama adalah kebutuhan informasi. Kebutuhan ini berkaitan dengan keinginan seseorang memperoleh pengetahuan dan memahami lingkungan di sekitarnya. - Pemenuhan Kebutuhan Emosional
Selain menjadi sumber informasi, Instagram juga berfungsi memenuhi kebutuhan emosional. Respons positif berupa komentar maupun dukungan dari teman-teman memberikan rasa dihargai sekaligus meningkatkan kepercayaan diri mereka. - Sarana Membangun Identitas Diri
Instagram juga menjadi sarana membangun identitas diri, aspek ini berkaitan dengan kebutuhan memperkuat kepercayaan diri, kredibilitas, dan identitas seseorang. Akun media sosial menjadi semacam etalase digital yang merepresentasikan siapa diri mereka. Apresiasi berupa like dan komentar positif pun menjadi salah satu bentuk pengakuan yang memperkuat rasa percaya diri. - Hubungan Sosial
Di sisi lain, Instagram juga berperan memenuhi kebutuhan hubungan sosial, kebutuhan ini berkaitan dengan upaya membangun dan memelihara hubungan dengan orang lain. Berbagai fitur seperti komentar, direct message, maupun balasan story memungkinkan pengguna tetap berkomunikasi dengan teman, keluarga, bahkan membangun pertemanan baru tanpa dibatasi jarak. - Kebutuhan Hiburan
Tak kalah penting, Instagram juga menjadi sarana memenuhi kebutuhan hiburan. Media dapat digunakan sebagai bentuk pelarian sementara dari rutinitas yang menimbulkan kejenuhan. Dalam penelitian tersebut, para responden mengaku sering menikmati konten hiburan, video kreatif, maupun konten inspiratif di fitur Explore dan Reels untuk mengisi waktu luang sekaligus menyegarkan pikiran setelah beraktivitas.
Media sosial seharusnya dimanfaatkan sebagai sarana belajar, berkarya, dan membangun relasi positif, bukan semata-mata untuk mengejar popularitas atau validasi dari jumlah like dan pengikut. Pada akhirnya, Instagram telah menjadi bagian dari kehidupan remaja modern. Platform ini tidak hanya berfungsi sebagai media komunikasi, tetapi juga menjadi ruang belajar, berekspresi, membangun identitas, dan mengembangkan potensi diri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....