Arman Harjo Kembali ke Akar Emosinya lewat Single Personal "Teras Malam"

  • 18 Jun 2026 07:49 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Di tengah budaya yang menuntut laki-laki untuk selalu tampak kuat, jarang ada ruang untuk membicarakan ketakutan, kegagalan, atau kerentanan yang sesungguhnya. Melalui single terbarunya, "Teras Malam", Arman Harjo membuka pintu menuju ruang yang selama ini sering disembunyikan: kepala seorang lelaki yang sedang berjuang.

Mengutip pers rilis dari Sabs Media disebutkan bahwa lagu ini lahir pada masa yang tidak mudah dalam ketika berada di titik ketika harga diri seorang lelaki diuji oleh realitas hidup. Tuntutan ekonomi, rasa takut akan masa depan, dan perasaan tidak mampu memenuhi ekspektasi yang dibebankan kepada dirinya sendiri menjadi suara-suara yang terus bertempur di dalam kepala.

Di tengah situasi tersebut, duduk termenung di teras rumah pada malam hari menjadi ritual yang berulang. Sebuah momen sunyi ketika dunia terasa berhenti sejenak, sementara pikiran justru bergerak semakin liar. Dari ruang itulah "Teras Malam" lahir.

Alih-alih menawarkan jawaban, lagu ini hadir sebagai pengakuan. Sebuah catatan jujur tentang kerentanan maskulinitas, rasa rendah diri, ketakutan menjadi gagal, dan usaha menerima diri sendiri apa adanya. Arman menjadikan lagu ini sebagai katalis emosional sekaligus saluran untuk mengeluarkan hal-hal yang selama ini sulit diucapkan.

Dibagian lain rilis ini juga dijelaskan bahwa secara musikal, "Teras Malam" menandai kepulangan Arman ke akar yang membentuk dirinya sejak remaja. Nuansa emo dan alternative rock awal 2000-an terasa kental sepanjang lagu, mengingatkan pada musik yang dulu menjadi teman tumbuhnya. Jauh sebelum dikenal melalui proyek Langit Sore, yang memadukan pop dengan sentuhan rap dan hip-hop, warna musik seperti inilah yang sebenarnya pertama kali membentuk identitas kreatif Arman.

Menariknya, Arman mengakui bahwa Langit Sore pada awalnya hanyalah sebuah proyek sampingan yang kemudian berkembang lebih besar dari yang ia bayangkan. Namun "Teras Malam" bukanlah bentuk penolakan terhadap perjalanan tersebut. Sebaliknya, lagu ini menjadi upaya untuk menunjukkan sisi lain dirinya yang selama ini jarang terlihat.

"Ini bukan soal menjadi orang yang berbeda. Ini soal kembali menerima semua bagian dari diri sendiri," ungkap Arman.

Selaras dengan semangat kejujuran yang diusung lagunya, proses produksi "Teras Malam" juga dilakukan secara sederhana dan mandiri. Direkam melalui sistem home recording digital tanpa proses yang berlebihan, lagu ini dibangun dengan pendekatan yang intim dan personal. Arwan Rosadi berperan sebagai vocal director sekaligus menangani proses mixing dan mastering, sementara aransemen dikerjakan oleh Sulivan Adriano.

Hasilnya adalah sebuah karya yang tidak berusaha terdengar sempurna. Sebaliknya, "Teras Malam" menemukan kekuatannya justru pada ketidaksempurnaan itu sendiri. Sebuah lagu yang berbicara tentang lelaki dewasa yang duduk sendirian di bawah langit malam, mencoba berdamai dengan hidup, sambil tetap melangkah meski dihantui berbagai ketakutan.

"Teras Malam" bukan sekadar lagu. Ia adalah potret sunyi tentang bertahan hidup.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....